Teknologi

Pengentasan Blank Spot Masih Jadi Isu Utama Rakorda Kominfo

  •   Nichita Heryananda Putri
  •   17 Juni 2021
  •   10:37pm
  •   Teknologi
  •   925 kali dilihat

Balikpapan - Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim Bidang Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) dan Persandian masih membawa isu utama mengenai pengentasan blank spot di beberapa daerah yang ada di Kaltim.

Isu tersebut dibahas dengan mengumpulkan Diskominfo Kab/Kota melalui desk Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Kominfo di Novotel Hotel Balikpapan, Kamis (17/6/2021).

Kepala Bidang TIK dan Persandian Diskominfo Kaltim, Dianto menyebut Pemprov terus berupaya melakukan pembangunan di bidang telekomunikasi di wilayah Kaltim, terutama di daerah-daerah yang masih belum terjangkau akses telekomunikasi atau daerah blankspot. Ini dalam rangka memberikan layanan informasi yang terbaik kepada masyarakat.

“Isu utama yang kita bicarakan masih tertuju pada pengentasan wilayah blank spot. Rekapitulasi terhadap daerah yang masih blankspot dengan totol keseluruhan sekitar 27,18 persen, yang tersebar di 10 kabupaten/kota. Tepat dengan momen Rakorda, kita ajak untuk mendiskusikan dan mencari jalan keluar agar tujuan kita bisa tercapai,” sebutnya.

Menurut Dianto, tercapainya bebas blank spot juga perlu dukungan pihak terkait seperti provider. Sehingga para provider yang ingin mensosialisasikan fasilitas layanannya sebagai upaya penanganan blankspot, maka Diskominfo Kaltim akan menjembatani proses tersebut agar dalam langkah penutupan blankspot lebih strategis, efisien dan efektif.

“Untuk blank spot ada tiga alasan yang harus diketahui masyarakat, yaitu  karena jaringan kabel (indihome,faiber optic), kemudian seluler (triG) dan melalui jaringan stelit, dimana ini memungkinkan untuk dilakukan di Provinsi Kaltim dalam mengatasi permasalahan blankspot,” ucapnya.

Diakui Dianto, keberadaan sinyal sangat penting, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan mobilitas tinggi. Sehingga perlunya kerja keras bukan hanya dari Pemerintah namun juga pihak terkait terutama untuk pembangunan infrastruktur yang menunjang jaringan di daerah pelosok hingga perbatasan.

“Dengan keseriusan kita bersama, tahun 2022 sudah bisa mengurangi daerah blank spot yang ada,” imbuhnya.

Untuk diketahui, saat ini sudah ada tiga kota bebas blank spot, yakni Samarinda, Balikpapan dan Bontang, sedangkan tujuh daerah lain masih belum sepenuhnya bebas blank spot. Namun ada juga yang hanya bisa menerima jaringan 2G saja belum 3G apalagi 4G.