Teknologi

Hindari Penipuan, Bijak di Ruang Digital

  •   Nichita Heryananda Putri
  •   14 Oktober 2021
  •   4:19pm
  •   Teknologi
  •   1994 kali dilihat

Samarinda - Tak dapat dipungkiri, perkembangan dunia digital telah menyasar ke segala sisi kehidupan. Namun, masih banyak pengguna internet yang hanya mampu menerima informasi tanpa kemampuan memahami dan mengolah informasi tersebut secara baik, sehingga masih banyak masyarakat terpapar oleh informasi yang tidak benar. Lebih dari itu, bahkan bisa menjadi korban penipuan.

Akademisi Universitas Islam Nageri (UIN), Sunan Kalijaga Yanti Dwi Astuti menjelaskan penipuan online adalah penggunaan layanan internet atau software dengan akses internet untuk menipu atau mengambil keuntungan dari korban. Penipuan _online_ bisa terjadi di ruang _chat_, media sosial, _email_ atau _website_ jika masyarakat tidak waspada bahkan teledor dalam keamanan digital.

"Gawai kita ibarat pintu ke dunia digital. Seperti di dunia nyata, kita tidak akan meninggalkan rumah tanpa perangkat keamanan yang memadai agar bisa menjaga data pribadi dan terlindung dari resiko kebocoran data pribadi. Karena itu, untuk menghindari penipuan kita harus bijak di ruang digital," jelasnya saat menjadi narasumber Gerakan Nasional Literasi Digital; Dampak Positif Bermedia Sosial Kabupaten Paser Prov Kaltim melalui _zoom meeting_, Kamis (14/10/2021).

Penipuan pada dasarnya adalah pengelabuan informasi. Sehingga, daya tangkal yang ampuh adalah kritisisme, tidak mudah percaya dan selalu melakukan pengecekan. Masalah lainnya, penipuan kerap berkamuflase dalam bisnis. Maka, perlu memperkuat sistem pengamanan digital untuk menghindari usaha penipuan.

"Cara bijak dan etis di ruang digital dapat dilakukan dengan menguasai literasi digital terkait penggunaan teknologi. Literasi Digital menekankan pada kecakapan pengguna media digital dalam melakukan proses mediasi media digital yang dilakukan secara produktif dan bertanggung jawab," katanya.

Adapun tips dan trik menghindari penipuan online yakni waspadai informasi dari orang di luar kontak Anda. Ingat, bila segala sesuatu terlihat terlalu bagus, kemungkinan itu adalah penipuan.

"Ketahui dengan siapa anda berurusan. Jangan buka email atau jendela _pop-up_ yang mencurigakan. Amankan data personal, komputer dan _smartphone_ Anda. Jadi _Smart Buyer_, berhati-hati ketika berbelanja online," tutupnya. (cht)