Politik

Siap Gerak untuk Pemilu Damai 2024 

  •   Khajjar Rohmah
  •   30 Januari 2024
  •   10:20pm
  •   Politik
  •   583 kali dilihat

Samarinda - Pesta Demokrasi 2024 tinggal menghitung hari. Pada 14 Februari 2024, ruang demokrasi dibuka seluas-luasnya bagi rakyat untuk memilih wakil mereka dalam menjalankan roda pemerintahan selama lima tahun ke depan.

Segenap unsur Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pun siap gerak dan bersinergi bersama demi menciptakan Pemilu Damai di Benua Etam.  

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltim secara rutin menjalin koordinasi dengan berbagai pihak. Terutama pada kesatuan keamanan TNI/Polri agar penyelenggaraan Pemilu dan Pilpres berjalan kondusif. 

"Dalam rangka mempersiapkan Pemilu nanti. Kita perlu menjaga kondisi yang aman di Kaltim. Pemilu Serentak 2024 kurang 14 hari lagi. Mohon masukan apabila ada hal yang perlu kita antisipasi bersama," jelas Kepala Kesbangpol Kaltim, Sufian Agus saat memimpin Rapat Tim Kewaspadaan Diri Pemerintah Daerah Menghadapi Pemilu Serentak 2024 di Hotel Ibis, Selasa (30/1/2023). 

Pada 6 Februari 2024 mendatang, direncanakan akan digelar Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang dipimpin oleh Pj Gubernur Kaltim di Balikpapan. Rapat besar itu akan semakin merapatkan barisan dalam mempersiapkan Pemilu dan Pilpres 2024 yang aman dan damai. 

"Di Kaltim, kita punya 2,7 juta pemilih dan 11.441 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di seluruh kabupaten/kota. Kita berharap, partisipasi pemilih bisa meningkat dan sesuai terget nasional sebesar 79 persen," tandas Agus. 

Di tempat yang sama, Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Kaltim, Brigjen TNI Hardani Lukitanta Adi memparkan, kondisi politik di Benua Etam termasuk dalam posisi low risk atau risiko rendah kericuhan. Namun demikian, pihaknya tetap bekerja optimal memastikan Pemilu berjalan kondusif. 

"Kita aman, tapi tetap waspada," simpulnya.

Senada, Danrem 091/ASN Brigjen TNI Yudhi Prasetiyo menegaskan, apa pun yang terjadi pada situasi perpolitikan di tingkat nasional, Kaltim harus tetap kondusif. 

"Komunitas intel di TNI dan kepolisian harus memetakan situasi dan menghalau informasi negatif yang berpotensi menyebar selama penyelenggaraan Pemilu. Wilayah Kaltim harus tetap damai, meski situasi di pusat mungkin memanas," tegasnya. 

Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Kaltim, HM Syirajuddin turut hadir dalam rapat koordinasi tersebut bersama dengan Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Kaltim, Roch Adi Wibowo. 

Mewakili Diskominfo Kaltim, Sub Koordinator Seksi Pelayanan Publik Diskominfo Kaltim, Andi Abd Razaq serta perwakilan tiap OPD juga berpartisipasi dalam Rapat Tim Kewaspadaan Diri Pemerintah Daerah Menghadapi Pemilu Serentak 2024. (KRV/pt)