Pertanian

Membangun Digital Mindset Penyuluh Pertanian

  •   Khajjar Rohmah
  •   29 Agustus 2022
  •   4:43pm
  •   Pertanian
  •   1206 kali dilihat

Samarinda – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Muhammad Faisal menilai, para Penyuluh Pertanian perlu membangun digital mindset atau pola pikir digital. Karena saat ini, transformasi digital telah menyasar seluruh sektor riil, termasuk salah satunya sektor pertanian. Sumber Daya Manusia (SDM) yang bergerak dalam sektor pertanian pun dituntut untuk mampu memanfaatkan peluang melalui digitalisasi.

Hal itu ia sampaikan, saat menjadi narasumber Pelatihan Multimedia Tingkat Lanjutan Bagi Aparatur yang dilaksanakan oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kaltim.  Agenda pelatihan digelar di Aula BPPSDMP Kaltim, Jalan Thoyib Hadiwijaya Sempaja Samarinda, Senin (29/8/2022).

“Digital mindset bukan hanya berarti bisa menggunakan gadget saja. Tetapi bagaimana kita mampu memanfaatkan digitalisasi dalam setiap proses pengambilan kebijakan,” kata Faisal dihadapan 30 peserta penyuluh pertanian yang berasal dari kabupaten/kota.

Jika digital mindset sudah terbangun, maka penyampaian informasi mau pun proses Penyuluhan Pertanian akan tersampaikan secara lebih efesien dan masif. Dimana outputnya adalah pengembangan produksi pertanian yang lebih baik.

Mindset sudah harus digital. Apalagi sekarang perkembangan media sosial sangat pesat. Multimedia juga luas, bisa untuk banyak hal. Bukan hanya kepentingan buat power point saja,” ujar eks Kadis Perindustrian Kota Samarinda ini.

Faisal menjelaskan, terdapat empat faktor yang membentuk pola pikir digital. Di antaranya adalah pola pikir pertumbuhan (growth mindset), kolaborasi (collaboration), kegesitan pembelajaran (learning agility) dan kepribadian (personality).

“Pola pikir pertumbuhan ini artinya selalu bertumbuh. Belajar dan terus belajar karena digitalisasi ini tidak akan habis,” imbuhnya menegaskan.

Pandemi COVID-19 secara tidak langsung mempercepat proses transformasi digital di segala lini. Menurut Faisal, ini adalah hikmah besar yang tidak boleh ditinggalkan. Sektor pertanian pun tak luput dari dampak digitalisasi. Terbukti dengan munculnya  start up yang bergerak dibidang pertanian.



“Sekarang sudah ada aplikasi jual sayur online. Jadi Tantangan penyuluh sekarang, petani lebih pintar. Buka YouTube jadi panduan. Kalau penyuluh tidak upgrade, petani tidak akan percaya,” pesannya.  

Ia pun berharap para Penyuluh dan SDM pertanian mampu mengembangkan kreativitas digital. Baik dalam proses pendampingan kepada para petani, mau pun proses peningkatan produksi pertanian. (KRV/pt)