Pemerintahan

Percepatan SPBE Tergantung Atasan, Riza : Kerjakan yang Kita Sampaikan

  •   Nichita Heryananda Putri
  •   24 April 2024
  •   12:32pm
  •   Pemerintahan
  •   151 kali dilihat

 

Balikpapan - Di era kemajuan teknologi saat ini, dibutuhkan pikiran yang maju, inovatif, koordinatif dan mampu menterjemahkan semua tuntutan pembangunan daerah, mengakomodir aspirasi masyarakat di segala bidang serta peningkatan kualitas pelayanan publik dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan.

Salah satunya dengan memperkuat peran serta keterlibatan dalam implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sebagai upaya nyata dalam meningkatkan kualitas layanan publik.

Dalam sambutan Asisten Pemerintahan Umum Sekprov Kaltim, Riza Indra Riadi pada giat Rakor dan Evaluasi SPBE, mengatakan diperlukan komitmen bersama dari semua pihak terkait, baik dari unsur pemerintah maupun masyarakat, untuk memastikan bahwa tujuan dan manfaat dari implementasi SPBE dapat dirasakan secara maksimal oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Benar yang dikatakan Kadis Kominfo tadi, percepatan SPBE tergantung atasan. Karena faktanya masih ada pejabat tinggi yang berapi-api menyampaikan percepatan transformasi digital tapi masih ada surat sampai satu bulan tidak ditandatangani. Masih ada itu,” ucapnya dengan lantang di hadapan peserta rakor di Swissbell Hotel Balikpapan, Rabu (24/4/2024).

Riza menekankan bahwa atasan harus memberikan contoh yang baik dengan tindakan yang konsisten. Tidak hanya berbicara tanpa tindakan nyata untuk mempercepat digitalisasi.

“Bagaimana kita mencontohkan itu ke staf kita. Jangankan pelayanan publik, surat saja 3 bulan belum selesai. Ayang kita bicarakan harus sama dengan yang kita kerjakan. Istiqomah. Tidak munafik. Kita menyampaikan kemajuan teknologi tapi kenyataannya masih jauh. Jangan begitu,” lanjutnya.

Mantan Kadis Perikanan Provinsi Kaltim ini juga menuturkan bila dicermati sebenarnya Kaltim punya potensi yang dapat meningkatkan nilai dan memperkuat implementasi SPBE. Namun, hal ini bukanlah sesuatu yang dikerjakan parsial atau satu pihak saja, melainkan harus sama-sama. Kita semua harus bekerja sama, harus berkolaborasi dan perlu keterpaduan tim.

“Pada kegiatan ini kita sekarang bicara penataannya yang baik yang satu visi. Untuk kualitas data, empat hal yang jadi fokus impact, di antaranya apakah data-data itu dapat membantu upaya menurunkan tingkat kemiskinan, meningkatkan kualitas pendidikan, memperbaiki kesehatan masyarakat dan mengurangi kebocoran anggaran,” tutupnya. (cht/pt)