Pelatihan

Sadar Literasi Digital dalam Revolusi Industri 4.0

  •   Sefty Wulandari
  •   8 November 2022
  •   2:40pm
  •   Pelatihan
  •   949 kali dilihat

Samarinda - Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika (Aptika) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Timur, Dra Hj Normalina menyorot akan pentingnya literasi digital dalam era Revolusi Industri 4.0 yang erat kaitannya dengan dunia digital saat ini.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber sesi pemaparan dalam pembukaan acara Digital Talent Scholarship - Vocational School Graduate Academy (VSGA) untuk kelas Junior Graphic Designer (JGD) dan Data Management Staff (DMS), Selasa (08/11) di Hotel Ibis Jalan Mulawarman Samarinda.

“Revolusi Industri 4.0 ini adalah era digitalisasi yang secara berangsur dapat merubah pola pikir dan pola hidup manusia. Era ini ikut juga mempengaruhi kehidupan manusia dari berbagai bidang, tidak hanya dalam bidang teknologi saja, tetapi juga dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, bahkan di bidang Pendidikan, dan masih banyak lagi,” ungkap Normalina.

Wanita kelahiran kota Tepian (Samarinda) ini juga turut memberikan berbagai contoh maupun ilustrasi tentang dampak dari adanya digitalisasi dalam kehidupan. Para peserta pun aktif memberikan tanggapan terkait fenomena dunia masa kini yang merasakan efek dari adanya kemajuan Teknologi, Komunikasi, dan Informasi saat ini. Pemerintah misalnya, yang telah perlahan bertransformasi digital dengan menggunakan e-government.

Normalina juga menambahkan, pengaruh dari derasnya digitalisasi harus dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya agar dapat menghasilkan perubahan yang positif dan memantik semangat untuk memunculkan daya saing.

“Manfaatkan sebaik-baiknya kesempatan ini untuk saling berbaur dan bersama-sama menciptakan inovasi, serta kemampuan bersaing yang positif tidak hanya untuk dunia kerja namun juga secara global,”sambungnya.

Adanya era digitalisasi yang tidak dapat dibendung, akan menjadi buah simalakama jika tidak dibarengi dengan perubahan pola pikir masyarakat dan semangat untuk menghadapinya. Tantangan-tantangan di era digital ini dapat dihadapi dengan kemampuan literasi digital. Kesiapan menghadapi perubahan dari dunia mekanik ke dunia virtual adalah hal yang mutlak dikuasai.

Dengan begitu, literasi digital perlu digaungkan agar masyarakat tidak pasif dan apatis terhadap era digitalisasi yang tidak mungkin dapat dihentikan. Terlebih, agar masyarakat Indonesia tidak tertinggal dengan masyarakat global. (sw/pt)