Pariwisata

Ini Program Prioritas Kemenparekraf di Kaltim

  •   Khajjar Rohmah
  •   28 Juli 2022
  •   3:11pm
  •   Pariwisata
  •   581 kali dilihat


Kutai Kartanegara – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menaruh perhatian khusus pada pengembangan kepariwisataan di Kalimantan Timur (Kaltim). Terutama, terkait program skala prioritas yang akan dikembangkan di Provinsi Induk Ibu Kota Negara (IKN).

Hal itu disampaikan langsung oleh Menparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno saat kunjungannya ke Kutai Kartanegara (Kukar) baru-baru ini.

Sandi menyebut, arah kebijakan Kemenparekraf di Benua Etam diantaranya adalah mengembangkan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan. Dengan daya tarik ecotourism berbasis nature and culture.

“Yaitu pendekatan alam terbuka, keragaman budaya dan produk ekonomi kreatif,” jelas Sandi saat konferensi pers bersama awak media, di Tenggarong Senin (25/7) lalu.

Di samping itu, pengembangan ekonomi kreatif (ekraf) juga menjadi fokus utama Kementerian. Terutama, untuk pengembangan produk kuliner, kriya dan fashion. Karena menurut Sandi, tiga produk itu lah yang selalu dicari oleh wisatawan dalam kunjungan wisata di setiap daerah.

“Tentu ada karya ekraf lain yang juga kita dorong. Tergantung karakteristik dan keunggulan daerah. Seperti di Kukar ini, ada seni pertunjukan. Tapi tiga hal tadi, kuliner, kriya dan fashion tidak bisa lepas,” tegas Sandi.
 
Sandi juga mengapresiasi Kota Balikpapan dan Kabupaten Kukar yang masuk dalam  Program  Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif Kemenparekraf. Program KaTa Kreatif merupakan program pengembangan kabupaten/kota kreatif melalui workshop dan pendampingan. Untuk meningkatkan inovasi dan kewirausahaan pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di Indonesia.  

Menurutnya, pengembangan kepariwisataan dan ekonomi kreatif (ekraf) di Kaltim perlu ditingkatkan. Adapun peningkatan tersebut dengan kolaborasi antara pelaku usaha dan kehadiran pemerintah daerah memfasilitasi kebangkitan ekonomi. Di samping itu, pemerintah juga perlu memberikan solusi berkelanjutan di bidang kewirausaahan.

“Karena untuk meyikapi tantangan ekonomi, perlu kolaborasi bersama. Kita harus bergandengan tangan menghadapi krisis pangan dan energi di depan mata,” tutupnya. (KRV/pt)