Lingkungan

Wujudkan Kaltim Green Yang Berlandaskan Pembangunan Hijau

  •   Rizky Yusuf
  •   8 Juni 2022
  •   2:16pm
  •   Lingkungan
  •   350 kali dilihat

Samarinda - Provinsi Kalimantan Timur harus bersyukur karena memiliki figur-figur Kepala Daerah yang memiliki komitmen yang tinggi dalam mewujudkan cita-cita Kaltim Green, yang berlandaskan pembangunan hijau secara konsisten didukung bahkan diperkuat Implementasinya di era Kepemimpinan Gubernur Kaltim, Isran Noor.

Hal itu disampaikan Ketua Harian Dewan Daerah Perubahan Iklim (DDPI) Kalimantan Timur, Prof. Daddy Ruhiyat, saat menyampaikan laporannya pada kegiatan Ekspose Pembangunan Hijau Kaltim di Hotel Mercure, Rabu (8/6/2022).

Daddy mengungkapkan, pembangunan hijau di Provinsi Kalimantan Timur telah dimulai sejak 2010 ditandai dengan pedeklarasian "Kaltim Green" oleh Gubernur Kaltim Periode lalu yakni Awang Faroek Ishak beserta jajaran Pemerintah Provinsi Kabupaten/ Kota dan berbagai elemen masyarakat di Kaltim.

"Kaltim Green” merupakan suatu kondisi disaat Kalimantan Timur telah memiliki perangkat kebijakan, praktek kelola pemerintahan dan program-program pembangunan yang menyelaraskan kepentingan ekonomi dan pelestarian lingkungan hidup,"ungkap Daddy Ruhiyat.

Ia mengatakan, tujuan utama yang ingin dicapai dari Kaltim Green adalah diperolehnya pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berlanjut ditopang oleh aliran jasa lingkungan yang lestari termasuk rendahnya emisi gas rumah kaca yang ke semuanya bermuara pada keamanan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya di Kaltim.

Sejak 2016 hingga saat ini, Ia menjelaskan ada dua program besar pembangunan hijau di Kaltim. Pertama, program kesepakatan pembangunan hijau dikenal pula dengan istilah Green Growth Compact (GGC) atau GGC yang kedua program Forest Carbon Partnership Facilities-Carbon Fund (FCPF-CF) yaitu program dengan perolehan insentif berbasis kinerja.

Program GGC digali dari berbagai spektrum permasalahan pembangunan hijau di tingkat bentang alam yang kemudian solusinya ditangani oleh kolaboratif melibatkan unsur-unsur pemerintahan, elemen masyarakat setempat, praktisi usaha, lembaga mitra pembangunan dan para pakar lembaga pendidikan tinggi, urainya.

Sementara itu, program FCPF Carbon Fund berskala yuridiksi Provinsi fokus menangani akar permasalahan deforestasi dan degradasi hutan untuk menyelamatkan hutan-hutan alam yang tersisa di Kalimantan Timur seluas enam setengah juta hektar, sambungnya.

"Kedua program ini saling kait mengait saling menguatkan dan semuanya ditujukkan untuk mempercepat tercapainya tujuan deklarasi Kaltim Green,"jelasnya.

Dalam rangka menumbuhkan komitmen dan meningkatkan dukungan serta peran para pihak bagi para pembangunan hijau di kaltim termasuk pembangunan Smart Forest City Ibu Kota Nusantara, maka hasil-hasil pelaksanaan program pembangunan hijau di kaltim selama 5 tahun terakhir dikemas dan sajikan baik melalui kegiatan dialog diskusi panel maupun pameran dalam rangkaian acara Expose Pembangunan Hijau Kaltim. (rey/pt)