Investasi

Iklim Investasi Membaik, Realisasi Investasi Kaltim Meningkat 23,13 Persen

  •   Khajjar Rohmah
  •   22 November 2022
  •   9:17pm
  •   Investasi
  •   796 kali dilihat

Samarinda - Realisasi investasi di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengalami peningkatan secara tahunan (year on year/yoy). Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim mencatat, realisasi investasi triwulan III, Juli-September 2022 sebesar Rp 14,15 Triliun. 

 

Angka itu terdiri dari realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 9,74 triliun yang mencakup 1.847 proyek. Dan realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar USD 307,32 juta atau Rp 4,41 Triliun yang meliputi 298 proyek. 

 

“Capaian realisasi investasi pada triwulan III tahun 2022 sebesar Rp 14,15 triliun. Dibandingkan triwulan II tahun 2021 sebesar Rp 10,88 triliun, ini mengalami peningkatan 23,13 persen” kata Kepala DPMPTSP Kaltim, Puguh Harjanto, Selasa (22/11/2022). 

 

Sementara target realisasi investasi tahun ini, sebesar Rp 54 triliun. Dengan progres realisasi investasi sejak Januari - September tahun 2022 sebesar Rp 41,20 triliun atau 76,31 persen. 

 

Berdasarkan wilayah kabupaten/kota, realisasi PMDN triwulan III tahun 2022 sebesar Rp 9,74 triliun dengan 1.847 proyek, terbagi ke dalam beberapa sebaran lokasi. 

 

Puguh menjelaskan, realisasi investasi paling besar berada di Kota Balikpapan. Yakni mencapai Rp 5,27 triliun atau 54,14 persen dari keseluruhan realisasi investasi PMDN.

 

Investasi terbesar kedua sebesar Rp 1,02 triliun atau 10,53 persen berada di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). 

 

"Kabupaten Kutai Timur menjadi kontributor terbesar ketiga yaitu mencapai Rp 921,97 miliar atau 9,46 persen,” ujar Puguh. 

 

Terkait penyerapan tenaga kerja Indonesia, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) paling banyak penyerapannya yaitu sebanyak 2.524 orang. Kemudian disusul Samarinda sebanyak 1.594 orang, serta Kukar sebanyak 1.318 orang.

 

Total penyerapan tenaga kerja asing dari seluruh kabupaten/kota sebanyak 20 orang. Total penyerapan tenaga kerja Indonesia dan asing selama periode triwulan III ini sebanyak 8.683 orang.

 

Puguh kembali menjelaskan, realisasi PMA pada triwulan III tahun 2022 mencapai USD 307,32 juta atau sebesar Rp 4,48 triliun, dengan sebaran yang berada di 10 kabupaten/kota.

 

“Kabupaten Kutai Timur memberikan kontribusi paling siginifikan dengan nilai USD 155,35 juta atau sebesar Rp 2,26 triliun. Persentasenya sebesar 50,55 persen dari total realisasi PMA yang terdiri atas 38 proyek PMA,” katanya.

 

Kabupaten Paser menjadi kontributor kedua yaitu mencapai USD 37,70 juta atau sebesar Rp 550,52 miliar dengan  persentase sebesar 12,27 persen. Sedangkan Kukar, menempati posisi ketiga dengan realisasi investasi sebesar USD 37,05 juta atau sebesar Rp 540,96 miliar dan persentase 12,06 persen. 

 

Dari sisi penyerapan tenaga kerja Indonesia, paling besar terdapat di Kukar sebanyak 1.163 orang. Disusul Samarinda sebanyak 715 orang, dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sebanyak 577 orang.

 

“Total penyerapan tenaga kerja asing dari seluruh kabupaten/kota sebanyak 120 orang. Total penyerapan tenaga kerja Indonesia dan Asing selama periode Triwulan III sebanyak 3.189 orang,” pungkasnya. (KRV/pt) 

 

Sumber: Niaga Asia