Ekonomi

Komitmen Optimalisasi Kerja KEK MBTK   

  •   Khajjar Rohmah
  •   21 Desember 2022
  •   2:56pm
  •   Ekonomi
  •   383 kali dilihat

Balikpapan - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menyatakan komitmennya dalam meningkatkan optimalisasi aktivitas industri dan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). 

Hal itu disampaikan dalam Rapat Persiapan Kerja KEK MBTK yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni di Hotel Novotel Balikpapan, Rabu (21/12/2022). 

Sri menjelaskan, Pemprov Kaltim selaku Dewan Kawasan KEK akan menyampaikan komitmen pengembangan MBTK kepada Dewan Nasional KEK yang diketuai oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. 

Penyampaian komitmen itu untuk menunjukkan progress pembangunan dan pengembangan MBTK serta komitmen pemerintah daerah dalam mempertahankan MBTK sebagai KEK di Provinsi Kaltim. 

"Jadi kita harus menyepakati apa yang akan kita sampaikan kepada Dewan Nasional KEK terkait perkembangan di MBTK," ujar Sri Wahyuni saat memimpin Rapat Persiapan Kerja KEK MBTK bersama Plt. Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setdaprov Kaltim, Ujang Rachmad. 

KEK MBTK sendiri merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang telah dibangun sejak 2014 sebagai kawasan geostrategis perkebunan dan perdagangan internasional di Kecamatan Kaliorang, Kutim. 

KEK MBTK diharapkan dapat mendorong penciptaan nilai tambah melalui industrialisasi atas berbagai komoditi di wilayah tersebut. Berdasarkan keunggulan geostrategis wilayah Kutai Timur, KEK MBTK akan menjadi pusat pengolahan kelapa sawit dan produk turunannya, serta pusat bagi industri energi seperti industri mineral, gas, dan batu bara. 

KEK MBTK ini diproyeksikan menarik investasi sebesar Rp 34 triliun dan diproyeksikan dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 55 Ribu tenaga kerja hingga tahun 2025.

Direktur Utama Perusda Melati Bhakti Satya (MBS) Aji Abi Dharta Wardhana Hakim, sebagai bagian dari Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) MBTK, menyebut berbagai tantangan dalam pengembangan KEK. Mulai dari masalah infrastruktur internal kawasan hingga kelembagaan. Namun terlepas dari tantangan itu, KEK MBTK telah beroperasi dengan aktivitas pengiriman CPO dalam negeri. 

"Serapan tenaga kerja di KEK MBTK sebanyak 104 orang dan nilai realisasi investasi di KEK MBTK sampai tahun 2024 sebesar Rp 109 miliar. Kami juga tengah merencanakan rencana kerja dan investasi kedepan," ujar Abi.

Turut hadir dalam Rapat Persiapan Kerja KEK, beberapa kepala perangkat daerah terkait. Di antaranya Kadiskominfo Kaltim, Muhammad Faisal, Kepala DPMPTSP Puguh Harjanto, Kepala Disperindagkop M. Sa'duddin, Kepala BPKAD Kaltim Fahmi Prima Laksana, perwakilan Pemkab Kutim, dan Direktur PT. MBTK Ade Himawan. (KRV/pt)