Teknologi

Rakorbangnas 2021: Inovasi Teknologi Hingga Kapasitas SDM Terus Diperkuat

  •   Nichita Heryananda Putri
  •   29 Juli 2021
  •   12:17pm
  •   Teknologi
  •   213 kali dilihat
  •  

JAKARTA – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita menegaskan terus melakukan lompatan inovasi dan teknologi dengan meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan terus memonitor dengan lebih cepat dan akurat. Hal ini guna menyikapi cepatnya perubahan yang terjadi di dunia untuk mencegah kerusakan karena perubahan iklim yang makin dinamis dan ekstrem.

 “BMKG bertekad terus fokus melakukan beberapa langkah adaptasi berupa upaya inovasi teknologi. Mencegah terjadinya kerusakan akibat semakin kompleks, dinamis dan ekstremnya fenomena cuaca iklim dan tektonik di Indonesia. Meningkatkan kapasitas SDM agar lebih cakap dan terampil dalam memonitor, menganalisis, memprediksi serta memberikan informasi dan peringatan dini terhadap potensi multi bencana geo hidrometeorologi lebih cepat tepat dan akurat,” tegasnya pada acara Rakorbangnas BMKG 2021: Info BMKG Kawal Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh secara virtual, Kamis (29/7/2021).

Dwikorita menyampaikan, berdasarkan monitoring BMKG, fenomena cuaca iklim dan tektonik di Indonesia cenderung makin dinamis, tidak pasti dan ekstrem. Sehingga risiko kejadian multi bencana geo hidrometeorologi makin meningkat.

Dirinya menyebut data dan informasi yang dikeluarkan BMKG menjadi rujukan berbagai sektor kehidupan bangsa. Sedikitnya ada 12 sektor yang membutuhkan data dan informasi tersebut, yakni transportasi, pembangunan infrastruktur, pertanian dan kehutanan, kelautan dan perikanan, tata ruang, kesehatan, pariwisata, pertahanan keamanan, sumber daya air, sumber daya energi dan pertambangan, industri, dan penanggulangan bencana.

“Dengan berbagai lompatan teknologi , yang diiringi dengan peningkatan kapasitas SDM dan penguatan kerjasama yang terus menerus dilakukan, BMKG dapat menjadi institusi kelas dunia yang tangguh dan terus tumbuh. Menurutnya, bencana tidak bisa dihentikan, namun korban dan kerugian bisa diminimalisasi dengan mitigasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi,” terangnya.

Untuk diketahui, terkait layanan teknologi dan informasi gempabumi dan tsunami, dengan menerapkan Internet of Things (IOT) dan Artificial Intelligent (AI), BMKG mampu menganalisa dan memverifikasi data gempa bumi dan potensi tsunami dalam waktu kurang dari 5 menit. Seluruh informasi tersebut didiseminasikan dan diamplifikasi melalui kanal-kanal komunikasi yang tersedia dalam hitungan detik.

BMKG sendiri dipercaya sebagai Tsunami Service Provider untuk memberikan informasi peringatan dini tsunami untuk 28 negara di Kawasan Samudera Hindia. Dan sejak tahun 2017 hingga saat ini, Kepala BMKG dipercaya sebagai CHAIR Intergovernment Coordination Group untuk Indian Ocean Tsunami Warning and Mitigation System, dengan amanah memimpin koordinasi dalam Pengoperasian Peringatan Dini Tsunami bagi 28 negara sepanjang Pantai Samudra Hindia. (cht)