Teknologi

Manfaatkan Era Digital Sebagai Peluang Usaha Baru

  •   Ade Putri
  •   6 September 2021
  •   7:26pm
  •   Teknologi
  •   187 kali dilihat
  •  

Samarinda - Rata-rata orang Indonesia menghabiskan 3 jam 14 menit sehari untuk mengakses media sosial, dengan total populasi di Indonesia sebanyak 274,9 juta jiwa dan pengguna aktif media sosialnya mencapai 170 juta.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Prov Kaltim, Muhammad Faisal saat menjadi pembicara Seminar Nasional “Peran Milenial Dalam Mengembangkan Ekonomi Kreatif Guna Memulihkan Perekonomian Nasional dari Dampak Pandemi Covid-19 di Era Ekonomi Digital” yang dilakukan secara daring, Senin (6/9).

Hasil survei terakhir per tanggal 11 Februari 2021, Indonesia berada di peringkat 9 (Sembilan) dari 47 negara yang dianalisi, masuk 10 besar negara yang kecanduan media sosial.

“Ini catatan kita aja, setidaknya kita candu boleh tetapi candunya untuk sesuatu yang positif dan sesuatu yang menghasilkan serta mudah-mudahan ini benar-benar menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi kita terutama generasi muda,” ujarnya.

Faisal menyebutkan dengan tingginya penggunaan media sosial terdapat banyak peluang usaha baru yang muncul di era digital ini.

“Manfaatkan sebaik mungkin era digital ini banyak peluang disana serta potensinya besar dan terus berkembang dengan pesat,” sebutnya.

Faisal memberikan contoh salah satu putra Samarinda Irwan Wiryadinata yang berhasil menjual hasil karyanya sampai ke negara tetangga dengan memasarkan secara digital.

“Berawal dari hobi mengikuti cosplay, dia bisa membuat kostum superhero sendiri dan bisa memasarkannya sampai ke luar negeri, Semoga ini bisa menginspirasi kita semua ataupun bisa kita lakukan dengan usaha dan kerja keras,” ajaknya dengan semangat.

Dia menyampaikanan bahwa manfaat dari digital marketing ini sangat banyak seperti target pelanggan yang lebih luas serta brand yang kita pasarkan lebih cepat viral.

“Memang tidak mudah, minimal kita bisa belajar dengan senior-senior, manfaatkan orang-orang yang candu dengan medsos itu untuk membeli produk kita,”tutupnya. (ade/pt)