Teknologi

Jokowi : Perizinan Investasi Harus Mudah dan Sederhana

  •   Teguh Prasetyo
  •   10 Agustus 2021
  •   1:24pm
  •   Teknologi
  •   483 kali dilihat
  •  

Samarinda - Presiden RI Joko Widodo membacakan laporan Bank Dunia terkait investasi Indonesia yang masuk dalam peringkat 73 dari 190 negara dalam kemudahan berusaha atau investasi pada acara peluncuran Sistem Online Single Submission (OSS) di Kantor Kementerian Investasi/BKPM, Senin (9/8/2021).

Pada laporan tersebut, disebutkannya bahwa Indonesia mendapat 69,2 poin.  Itu artinya sudah masuk pada kategori mudah dan kuncinya ada di reformasi perizinan, perizinan berusaha yang terintegrasi secara cepat dan sederhana.

"Kategori mudah masih belum cukup, kita harus mampu meningkatkan lagi dari mudah menjadi sangat mudah itu target kita," paparnya didampingi Menteri Investasi Bahlil Lahadalia dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

"Perizinan berusaha yang terintegrasi, cepat dan sederhana menjadi instrumen yang menentukan daya saing untuk menarik investor, artinya jenis perizinan akan disesuaikan dengan tingkat risikonya, perizinan antara UMKM dan usaha besar tidak sama. Hal ini akan membuat iklim kemudahan berusaha di Indonesia semakin baik,” Imbuhnya.

Pelaku usaha dan para investor dalam dan luar negeri, baik usaha kecil, menengah maupun besar perlu diyakinkan agar dapat menggunakan layanan OSS berbasis risiko.

"Manfaatkan layanan OSS ini sebaik-baiknya agar dapat meningkatkan investasi seluas-luasnya," tutupnya. (tp/as)