Teknologi

Jaga dan Lindungi Privasi, Jangan Sembarangan Mengumbar Data Pribadi

  •   resa septy
  •   15 September 2021
  •   12:10pm
  •   Teknologi
  •   175 kali dilihat
  •  

Samarinda - Menjadi pemateri dalam Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda (ITKes WHS). Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur, Muhammad Faisal merangkul secara virtual para mahasiswa untuk menjaga dan melindungi privasi serta tidak sembarangan mengumbar data pribadi.

Hal ini menjadi penting untuk dipahami, mengingat lajunya perkembangan teknologi masa kini. Tanpa menutup mata atas dampak positif yang ada, antisipasi akan bahaya dan dampak negatif lainnya juga perlu dilakukan.

“Jaga data pribadi, ini selalu saya ingatkan. Jangan sembarangan mengumbar data pribadi. Bersosial medialah dengan cerdas, saring dulu sebelum share. Jangan percaya penuh dengan internet, boleh percaya tapi jangan penuh. Hati-hati banyak penjahat juga di internet ini,” ungkap Faisal memaparkan materi dengan tema "Bijak dalam Penggunaan Internet Selama Pembelajaran dari Rumah”, Rabu (15/9).

Cara bijak berinternet lainnya menurut versi dari Mantan Kepala Dinas Perindustrian Kota Samarinda ini kemudian lebih lanjut dipaparkan diantaranya, tidak meluangkan banyak waktu di depan gadget atau gawai guna menjaga kesehatan dan menghalau potensi perilaku negatif, upayakan menggunakan internet secara efektif dan efisien, unggah konten yang bermanfaat, akses situs positif yang aman serta tidak tergiur dengan hal-hal yang belum jelas adanya.

“Jadi adik-adik hati-hati, ini cara bijak untuk berinternet. Sekali lagi jaga kerahasiaan identitas. Kalau punya password selalu ganti dan berbeda-beda tiap akun. Internet adalah sebuah kemajuan budaya baru yang mana kita harus beradaptasi di dalamnya. Apalagi di saat pandemi, internet berperan penting baik dalam proses pembelajaran maupun dalam proses kita bekerja. Bijaklah dalam berinternet, bijaklah dalam bermedia sosial,” tandasnya.

Tantangan dan hambatan pasti ada tambahnya. Seperti halnya tantangan yang sampai saat ini masih dihadapi oleh Kaltim yakni Accessibility Telekomunikasi. Infrastruktur telekomunikasi yang belum merata ini menyebabkan tidak semua daerah di Kaltim bisa mengakses internet. Tak ayal proses transformasi digital juga sedikit terhambat di Kalimantan Timur.

“Masih ada 16 atau 17% daerah blankspot di Kaltim. Jadi itu yang menghambat proses belajar. Tetapi kami optimis terus berbenah supaya akses ini bisa merata. Kementerian Kominfo pun terus begerak supaya daerah-daerah terpencil terutama 3T juga bisa mendapat akses dan menikmati pembelajaran online maupun berinternet,” tutupnya.

Semangat pun diberikan olehnya sekaligus berharap materi yang disampaikannya dapat dipahami dan diimplementasikan oleh para mahasiswa di kehidupan sehari-hari khususnya dalam proses pembelajaran di masa pandemi. (resa/pt)