Statistik

Selama Januari 2022 Inflasi Kaltim Dipicu Harga Bahan Makanan

  •   prabawati
  •   3 Februari 2022
  •   8:33am
  •   Statistik
  •   203 kali dilihat
  •  

Samarinda - Selama Januari 2022, terjadi Inflasi sebesar 0,87 persen di Kalimantan Timur yang dipicu kenaikan harga sejumlah bahan makanan.

"Kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,24 persen," kata Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Kaltim Wembri Suska dalam jumpa pers virtual, Rabu (2/2).

Selain itu, terdapat kelompok lain yang turut memberikan inflasi seperti kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,84 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,82 persen.

Berikutnya disusul kelompok transportasi sebesar 0,73 persen; kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,56 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan
pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,51 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,04 persen; dan kelompok pendidikan sebesar 0,02 persen.

"kelompok penyediaan makanan
dan minuman/restoran cenderung stabil dengan inflasi sebesar 0,00 persen,"sebutnya.

Sedangkan kelompok yang menunjukkan penurunan yaitu kelompok pakaian dan alas kaki sebesar -1,15 persen dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar -0,09 persen.

jika dilihat berdasarkan kota Samarinda sebesar 0,91 persen dan l Kota Balikpapan juga terjadi inflasi sebesar 0,81 persen.

Sementara, dari 12 kota IHK di wilayah Pulau Kalimantan semuanya mengalami
inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Selor sebesar 1,35 persen dengan IHK 106,28 dan inflasi terendah terjadi di Tarakan sebesar 0,25 persen dengan IHK 108,42

Dari 90 kota pantauan IHK nasional, sebanyak 85 kota mengalami inflasi dan 5 kota lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sibolga sebesar 1,53 persen dan terendah sebesar 0,02 persen
terjadi di Manokwari.

"Deflasi tertinggi terjadi di Kotamobagu
sebesar -0,66 persen dan terendah sebesar -0,04 persen terjadi di Jayapura,"tutupnya (Prb/ty).