Statistik

Nilai Tukar Petani Naik, Petani Makin Sejahtera

  •   prabawati
  •   6 Januari 2022
  •   5:25pm
  •   Statistik
  •   216 kali dilihat
  •  

Samarinda - Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada Desember 2021 kembali mengalami kenaikan sebesar 129,93 atau naik 2,59 persen dibanding NTP pada bulan November 2021.

Dengan kenikan NTP pada bulan Desember  tersebut yang angkanya melebihi angka 100, petani di Kaltim menjadi semakin sejahtera.

Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Kaltim Wembri Suska dalam keterangan resminya mengatakan Peningkatan NTP disebabkan oleh Indeks Harga yang Diterima Petani (It) yang naik lebih tinggi dibandingkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib).

NTP Desember  2021 berasal dari lima subsektor pertanian yakni Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan (NTPP) sebesar 93.93, Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH) sebesar 109.65.

Kemudian Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) sebesar 172,92, Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPT) sebesar 105.88 serta Nilai Tukar Nelayan dan Pembudidaya Ikan (NTNP) sebesar 100,78.

"Dari lima subsektor tersebut petani yang paling sejahtera adalah yang bergerak pada subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR),"ucapnya belum lama ini.

Sedangkan petani yang paling lemah adalah dati subsektor tanaman pangan karena hanya memiliki NTP 93.93.

Menurutnya Pada Desember 2021, terdapat tiga subsektor yang mengalami peningkatan NTP, yaitu subsektor tanaman pangan (0,35 persen), subsektor hortikultura
(6,71 persen), dan subsektor tanaman perkebunan rakyat (3,88 persen).

Sementara itu, dua subsektor lainnya mengalami penurunan, yaitu subsektor peternakan (-1,19 persen) dan subsektor perikanan (-0,22 persen).

Lebih lanjut, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Provinsi Kalimantan Timur Desember 2021 sebesar 131,90 atau naik 2,80 persen dibanding NTUP pada bulan November 2021 yang tercatat sebesar 128,31.

Tambahnya, Nilai Tukar Petani yang diperoleh dari perbandingan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) terhadap
Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib), merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/ daya beli petani di perdesaan.

NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/ daya beli petani. (Prb/ty).