Statistik

Inflasi Gabungan Kaltim Februari 2023, Lebih Rendah Dibandingkan Inflasi Nasional

  •   prabawati
  •   1 Maret 2023
  •   4:29pm
  •   Statistik
  •   713 kali dilihat

 

Samarinda - Provinsi Kalimantan Timur (Gabungan 2 Kota Samarinda dan Balikpapan) pada Februari 2023 tercatat inflasi sebesar 0,11 persen. Sementara, inflasi kalender sebesar 0,54 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun sebesar 5,36 persen.

"Inflansi gabungan dua kota ini relatif lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional,"sebut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim Yusniar Juliana dalam Press Release, di Ruangan Vicon, Rabu (1/3).

Dirinci dari masing masing kotmya samarinda terjadi deflasi untuk Kota Samarinda sebesar 0,04 persen dan ini merupakan pemurunan harga. Sedangkan balikpapan terjadi inflasi sebesar 0,31 persen.

Secara umum inflasi gabungan terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya beberapa 7 kelompok pengeluaran yakni 3 kelompok pengeluaran mengalami kenaikan harga inflansi dan 3 kelompok pengeluaran itu terjadi deflasi dan 1 relatif stabil.

Yusniar menjelaskan, untuk 3 kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan teringgi atau terbesar pakaian dan alas kaki meningkat sebesar 0,71 persen, kemudian kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,39 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,38 persen.

Selanjutnya 3 kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi terdalam kelompok rekreasi, olahraga dan budaya mengalami penurunan sebesar 0,18 persen, kemudian kelompok transportasi sebesar 0,17 persen dan kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga mengalami sebesar 0,04 persen.

Untuk 1 kelompok pengeluaran informasi, komunikasi, dan jasa keuangan terlihat tercatat perubahan harganya 0,00 persen bisa dikatakan bahwa relatif stabil.

Yang memberikan andil terbesar inflansi komoditas, beras, sewa rumah, rokok kretek filter, bayam dan ayam goreng, serta penyumbang deflasinya, ikan layang/ikan benggol, angkutam udara, bahan bakar rumah tangga, tomat dan cabai rawit.

Perbanding tingkat inflansi secara nasional dilihat di kalimantan 12 Kabupaten dan Kota ada 9 mengalami peningkatan harga atau inflansi tertinggi Balikpapan 0,31 persen. Tiga wilayah Kabupaten dan Kota mengalami deflasi terdalam adalah adalah singkawang -019 persen, sementara di Samarinda sendiri -0,04 persen.

Dari 90 kota pantauan IHK nasional, 63 kota mengalami inflasi dan 27 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Ternate sebesar 1,85 persen, dan inflasi terendah sebesar 0,04 persen terjadi
di Lubuklinggau, Bengkulu, Madiun dan Denpasar.

"Deflasi tertinggi terjadi di Gunungsitoli sebesar 0,98 persen dan deflasi terendah sebesar 0,02 persen terjadi di Sumenep,"tegasnya. (Prb/ty).