Seputar Kaltim

Gelar Prosesi Tepong Tawar di Jembatan Kutai Kartanegara

  •   pipito
  •   15 Januari 2022
  •   1:21pm
  •   Seputar Kaltim
  •   178 kali dilihat
  •  

Tenggarong – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bersama pihak Kesultanan Kukar Ing Martadipura menggelar prosesi adat Tepong Tawar Jembatan Kutai Kartanegara, Tenggarong, belum  lama ini.

 Kepala Dinas PU Kab Kukar,  Wisnu mengatakan bahwa prosesi yang dilakukan oleh Pangeran Ali beserta Kerabat ini merupakan tradisi Kutai, dengan tujuan agar kegiatan yang dilaksanakan lancar dan dijauhkan dari hal negatif.

 “Semua ini dilakukan sebagai upaya Pemda dalam pembangunan di Kukar yang tetap selalu menjujung tinggi nilai nilai adat Kesultanan Kutai, tentunya apa yang sudah dilakukan semua agar seluruh masyarakat bisa merasakan hasil-hasil pembangunan baik infrastruktur maupun sektor lainnya, khusunya jembatan Kartanegara yang representatif dan mampu mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah dan menarik investasi ke daerah,” ujarnya.

 Menyangkut perubahan warna pada jembatan Kartanegara ini tidak ada sangkut paut dengan ciri khas dan melanggar nilai nilai adat Kesultanan akan tetapi lebih kepada demi keselamatan, terangnya secara tegas.

 “Merah Putih dipilih karena menyangkut sistem keselamatan pelayaran. tentunya kedua warna ini dinilai lebih terang sehingga meningkatkan keselamatan aktivitas pelayaran di Sungai Mahakam, selain itu Dinas PU akan melanjutkan proses perawatan dan pengecetan jembatan dengan warna merah dan putih sesuai dengan simbol bendera negara,” katanya.

 Wisnu menuturkan Pemkab Kukar memastikan, pemilihan warna baru tersebut tidak ada sangkut paut dengan politik, maupun itikad melanggar nilai nilai adat Kesultanan sebagai mana isu yang beredar, akan tetapi perubahan warna Jembatan mengikuti aturan infrastuktur jalanan atau jembatan sudah ada yakni tiga warna yang boleh dipakai Jembatan Kartanegara. Ketiganya yaitu kuning, merah, atau orange, jelasnya.

 Acara tersebut Kepala Dinas PU Kukar Wisnu beserta perwakilan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dengan memercikkan air bunga sebagai makna melepaskan segala unsur yang tidak baik (menolak bala) di jembatan, lalu prosesi ditutup dengan do`a yang dipimpin seorang Kerabat Kesultanan, lalu dilanjutkan dengan makan bersama, di gedung serba guna kantor PU Kukar. (prokomkukar/pt)


Foto:IST
(ProkomKukar)