Rubrik

Norbaiti, Sosok Inspiratif Berkawan Tanpa Lihat Status Jabatan

  •   Nichita Heryananda Putri
  •   6 Februari 2021
  •   10:48am
  •   Rubrik
  •   295 kali dilihat
  •  

“Berhati-hatilah terhadap seorang wanita karena hanya dengan tersenyum maka seorang pria akan takluk olehnya.” ~anonim

 

Berbicara tentang wanita, pastinya akan banyak sekali yang bisa dideskripsikan. Baik itu dari segi fisik, emosional dan kepribadiannya yang tak jarang membuat laki-laki mabuk kepayang. Berbagai kisah menarik dan inspiratif juga kerap kita dengar, salah satunya adalah sosok istri orang nomor satu di Kaltim Norbaiti Isran Noor.

Norbaiti yang baru saja merayakan hari jadi ke 52 tahun pada 30 Januari lalu merupakan seorang tokoh wanita di Kalimantan Timur yang banyak menjadi inspirasi bagi orang lain untuk menjadi wanita mandiri dan tangguh.

Sebagai wanita yang berperan “ganda” menjadi ibu rumah tangga dan wanita karir yang aktif di berbagai organisasi, Norbaiti merupakan contoh nyata yang memberikan banyak dampak positif bagi wanita dalam kehidupan sehari-hari.

Kita seringkali mendengar omongan bahwa wanita tidak perlu sekolah tinggi karena tetap saja akan berakhir mengurus anak dan suami serta sibuk dengan urusan rumah tangga lain. Namun hal tersebut tampaknya tidak berlaku bagi Norbaiti, sebab memiliki pendidikan tinggi nyatanya bisa memberikan kesempatan wanita untuk mengembangkan diri, terlepas dari kodratnya tetap menjadi seorang Ibu dalam rumah tangga.

Ketika dijumpai disela kegiatan “Ngopi Sore” Ngobrol Pintar dan Inspiratif garapan Diskominfo Kaltim, dengan santai Ibu dari seorang putra dan dua putri ini menceritakan pengalaman hidupnya dari masa kecil hingga sekarang.

Pengalaman dan didikan kemandirian yang diperoleh sejak kecil membuatnya ingin membuktikan bahwa setiap wanita punya impian yang harus diwujudkan. Tidak melulu terus terjebak dalam stigma wanita harus pasif dan tidak punya kesempatan untuk melihat jendela dunia yang luas.

“Saya adalah ibu rumah tangga biasa, tapi ikut organisasi. Walaupun kita tidak kerja di kantor tapi kita bisa berkegiatan seperti orang di kantoran. Sebagai wanita kita tidak bisa lepas dari kodratnya tapi bisa tetap memberikan manfaat kepada orang lain,” ucapnya sembari menyeruput kopi.

Bila saat ini memilih untuk menjadi ibu dan wanita karir, menurutnya itu suatu keputusan yang luar biasa. Karena memilih menjadi pekerja maka harus pintar membagi waktu untuk keluarga. Punya rencana sehari penuh agar bisa seimbang melakukan tugasnya.

“Wanita diberi kelebihan oleh Allah karena bisa mengambil pekerjaan 3 sekaligus seperti masak, jaga anak, cucian dll. Saya duduk disini tapi kepala saya masih di rumah berpikir nanti malam makan apa di rumah. Itu kehebatan wanita,” jelasnya menggebu bangga.

Lebih jauh bercerita tentang wanita inspiratif, wanita kelahiran Loa Janan ini menyebut beberapa poin yang bisa menjadikan wanita memiliki cerminan inspirasi bagi banyak orang.

Menurutnya, wanita inspiratif adalah wanita yang bisa memberikan contoh kehidupan positif setiap hari. Wanita harus mandiri, wanita harus memiliki kesempatan dalam hal kesetaraan gender dan penuh dengan kasih sayang.

Kemandirian maksudnya wanita memang hidup disatu kelompok ada laki-laki dan perempuan tapi perempuan bisa mengerjakan semuanya jadi tidak mudah bergantung dengan orang lain.

Kesetaraan gender disini banyak yang bekerja sebagai wanita karir seperti pekerja kantoran, PNS, dan pengusaha maupun lainnya itulah kesetaraan yang sebenarnya tapi tentu dengan dukungan dari lingkungan.

Kasih sayang, ibu rela tidak makan demi anak dan suami dan jika kita bahas lebih jauh, Ibu itu “rahim” untuk anak karena penuh kasih sayang.

“Tak hanya sebagai ibu dan istri, tetapi wanita juga ”kepala” keluarga. Ketika menghadapi kondisi terpuruk sekalipun, wanita tetap tegar dan melakukan segalanya demi keluarga. Semua itu sangat berpengaruh dengan konsep wanita inspiratif dan keberadaan kita harus bisa menjadi inspirasi untuk semua,” bebernya.

Sebelum mengakhiri perbincangan, Norbaiti berpesan untuk menjadi wanita inspiratif maka setiap wanita tidak perlu selalu melihat kekurangan orang lain. Kita hidup perlu proses, keberhasilan kita adalah kerja keras sebelumnya. Perbanyak bersyukur dan kerjakan apa yang kita bisa dengan tulus ikhlas. Perluas jaringan pertemanan, berkawan dengan siapapun tanpa melihat status jabatan.

Tak salah jika ada pepatah mengatakan bahwa ketika perempuan bergerak maju, maka dunia akan bergerak bersama mereka. (chitanichinta)