Rubrik

Motif Paku Adalah Tentang Kehidupan Manusia

  •   teguh p
  •   21 Februari 2021
  •   8:04am
  •   Rubrik
  •   1439 kali dilihat
  •  

SANGATTA – Risno Asan Sanjoyo nama lengkap beliau. Pria asal Kabupaten Kutai Timur ini memiliki jiwa seni tinggi. Selain pandai menorehkan canting pria ini juga lihai memetik Sampeq yang merupakan alat musik tradisional suku Dayak. Kepandaian menorehkan canting ia torehkan di karya Batik Motif Paku.

Ia menuturkan sejak tahun 2013 yang lalu belajar membatik. Kemudian, akhirnya bisa mendirikan galeri sendiri yang diberi nama Galeri Batik Paku yang beralamatkan Gajah Mada RT 4 Nomer 23 Sangatta Lama, Kabupaten Kutai Timur.

Risno menerangkan filosofi Motif PAKU yaitu, Paku memilki lekukan pada ujung daun Paku yang muda sehingga lekukan itu membentuk lingkaran.  Lingkaran tersebut memiliki arti perputaran tentang kehidupan manusia terkadang di atas terkadang di bawah, terkadang senang dan terkadang sedih, yang tua menyayangi yang muda, yang muda menghormati yang tua.

“Di situlah letak maknanya dimana manusia akan selalu bersyukur dengan cobaan hidup yang akhirnya menemui titik akhir yaitu kematian,” ucapnya.

Sedangkan  tumbuhan Paku atau masyarakat awam menyebutnya Pakis bisa tumbuh di mana-mana, di hutan, pesisir, bebatuan bahkan tanah kering sekalipun.

Begitu juga kehidupan manusia harus bisa bertahan hidup di manapun mereka berada. Kesimpulan arti motif paku adalah tentang kehidupan manusia.

"Terus lah berkarya dan tetap fokus. Jangan pernah merasa puas, dengan yang sudah kamu miliki, tetaplah rendah hati dan berikan pelayanan terbaik untuk semua. Tetap semangat dan terus belajar," pesan Risno.

Setiap pengerajin memiliki ciri khas dalam menampilkan karyanya agar tampil beda dengan pengerajin lain.  Karena dorongan sang guru, Walau dengan rintangan Risno tetap bersemangat mengembangkan Batik Paku.

Diketahui, karya Risno sudah pernah dipamerkan di Indonesia Fashion Week dan New York Fashion Week 2019, bekerjasama dengan desainer Lia Afif. (teguh p/pt)