Rubrik

Ada Pelangi, Setelah Hujan

  •   teguh p
  •   28 Maret 2021
  •   8:00am
  •   Rubrik
  •   477 kali dilihat
  •  

BONTANG- Batik Kuntul Perak diambil dari nama hewan asli Kalimantan dan merupakan lambang dari Kota Bontang dan mempunyai filosofi keindahan dan mecerminkan masyarakat Bontang yang pekerja keras, ceria dan berpikiran terbuka.

Sayid Abdul Kadir Assegaf atau yang lebih akrab di kenal Abi seorang pengusaha lokal asli Bontang yang tekun menggeluti bisnis pariwisata khususnya di dunia fashion.

Berawal dari karirnya di salah satu hotel berbintang di Jakarta dan kuliah di jurusan Komunikasi Bisnis. Pria kelahiran Banjarmasin 9 September 1975 ini mencoba melanjutkan peruntungan orang tuanya yang berbisnis cinderamata, fashion dan garmen.

Batik Kuntul Perak ini beralamatkan di Jl. Brigjend Katamso No. 25, telah menghasilkan ratusan motif karya batik.

"Pada tahun 2021 ini ada dua motif terbaru dari Batik Kuntul Perak salah satunya motif Sungai Belanda dan Pesona Bontang. " Jelas Abi.

Sungai Belanda ini adalah sungai yang menyusuri Bontang Kuala menuju ke laut. Motif ini menggunakan pewarna alami dari buah dan batang Mangrove dan motif Pesona Bontang ini gabungan motif beras basah digabung dengan jukut bawis, Mangrove dan terumbu karang.

Ada cerita menarik saat pandemi Covid - 19 datang, ia mennuturkan pada awal tahun 2020 saya mendapat kontrak dengan 15 OPD Pemkot Bontang untuk memenuhi seragam batik, selang waktu beberapa bulan kontrak dibatalkan karena anggaran dialihkan ke bidang kesehatan akibat adanya pandemi Covid-19. Padahal bahan sudah didistribusikan ke setiap OPD namun sekejap semua OPD datang silih beganti mengembalikan bahan ke galery hingga tidak ada celah untuk berdiri ditempat saya," paparnya.

Dijelaskan Abi bahwa setiap OPD mendapatkan 30 bahan kain sehingga dapat dibayangkan 450 kain dari 15 OPD menumpuk di galery.

Mengharukan, sembari bercerita pengalaman yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya, air mata Abi pun menetes dipelupuk. Usai menangis dan mengusap air matanya, Abi berusaha menegakan kepalanya kembali.

Seperti kata pepatah "Ada pelangi setelah hujan" dan itu terjadi nyata saat semua kain yang harusnya menjadi seragam batik  berubah sekejap menjadi kurang lebih 4.000 masker.

Jika ditanya kenapa pelangi tersebut bisa muncul ? Abi menjawab dengan bercerita singkat namun begitu dalam.

"Disebelah rumah saya ada Panti Asuhan. Saya berpikir siapa yang memberikan mereka masker dikala pandemi ini ? Lalu tergeraklah hati saya dengan menggunakan sisa kain perca batik yang ada. Kemudian, saya berikan kepada anak-anak panti dan duta wisata di Kota Bontang dengan niatan bahwa semua anak-anak saya harus menggunakan masker dimasa pandemi ini," tegasnya.

Berkahpun tiba setelah saya memberi masker kepada teman-teman di Panti dan Duta Wisata, siapa yang menyangka?

"Beberapa hari kemudian karena postingan salah seorang anak duta wisata kota Bontang, saya bersyukur mendapatkan orderan dalam sehari 500 masker," jelasnya.

Disinilah Abi yakin dan percaya akan ada pelangi setelah hujan apabila kita meyakini hujan bukanlah penghalang untuk matahari bersinar melainkan menjadi penyejuk diladang hijau yang gersang saat kemarau. (teguh p/pt)