Pembangunan

Tahun 2022 Indonesia Siapkan Landasan Kokoh Untuk Transformasi Ekonomi

  •   resa septy
  •   4 Mei 2021
  •   2:42pm
  •   Pembangunan
  •   363 kali dilihat
  •  

SAMARINDA - Tahun 2022 adalah momentum penting bagi Indonesia untuk melepas tekanan pandemi Covid-19 dan juga merupakan kunci dari pemantapan pemulihan ekonomi nasional.

Hal tersebut diucapkan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) / Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa pada MUSRENBANGNAS 2021 dalam rangka Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2022 dengan tema “Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural”, Selasa (04/05/2021).

“Tantangan yang dihadapi Indonesia tentu bukan saja pemulihan ekonomi nasional, tapi bagaimana  melepaskan diri dari tekanan-tekanan itu,” ucap Suharso.

Dalam hal ini, disampaikan Suharso bahwa Bappenas telah menyusun sebuah transformasi ekonomi melalui 6 (enam) strategi dengan tujuan pembangunan berkelanjutan. Strategi tersebut diantaranya membentuk SDM yang berdaya saing, produktifitas sektor ekonomi industrialisasi modernisasi pertanian dan UMKM, memproduksi ekonomi hijau, integrasi ekonomi domestik (economic powerhead), transformasi digital dan pemindahan IKN.

Sasaran pembangunan telah ditentukan dalam upaya mencapai RKP 2022, yakni terdiri dari pertumbuhan ekonomi 5,4-6,0%, tingkat pengangguran terbuka 5,5-6,2%, tingkat kemiskinan 8,5-9,0%, indeks pembangunan manusia senilai 73,44-73,48, penurunan Emisi Gas Rumah Kaca 26,8-27,1% dan rasio gini sebesar 0,376-0,378.

Selanjutnya, dipaparkan Suharso perihal Highlight Major Projects atau Proyek Prioritas Strategis yang mana dalam hal ini difokuskan terhadap penguatan ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan berkualitas dan berkeadilan, pengembangan wilayah untuk mengurangi kesenjangan dan menjamin pemerataan, meningkatkan SDM berkualitas dan berdaya saing, memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi pelayanan dasar dan membangun lingkungan hidup, meningkatkan ketahanan bencana dan perubahan iklim.

“Pada tahun 2022,investasi tentu menjadi faktor utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Total kebutuhan investasi tahun 2022 sebesar Rp 5.891,4 - 5.931,8 triliun. Untuk itu diperlukan peran investasi non-pemerintah terutama dari swasta dan BUMN. Selain ICOR diharapkan lebih baik sekitar 6,4% sehingga investasi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi secara lebih efisien,”  tambahnya.

Pada Tahun 2022 diutarakan Suharso penting untuk menyiapkan landasan yang kokoh bagi Indonesia untuk melakukan transformasi ekonomi, mensinergikan rencana kerja baik Rencana Kerja K/L maupun Rencana Kerja Pemerintah Daerah dengan RKP 2022.

Lalu, penguatan sinergi perencanaan Pusat dan Daerah dengan integrasi penganggaran, pastikan kesiapan proyek prioritas dan major project sesuai amanat Presiden dan memperkuat mekanisme evaluasi dan pengendalian pelaksanaan program,kegiatan dan proyek prioritas pembangunan. (resa/pt)