Olahraga

Panahan Diharap Dapat Jadi Cabor Andalan Kaltim

  •   resa septy
  •   16 Desember 2021
  •   12:57pm
  •   Olahraga
  •   136 kali dilihat
  •  

Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur gantungkan harapan bagi Cabang Olahraga (Cabor) Panahan kedepannya dapat menjadi Cabor andalan Kaltim.

Hal tersebut diutarakan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Prov Kaltim, Agus Tianur saat memberikan sambutan pada pembukaan Kejuraaan Provinsi (Kejurprov) Junior/Senior Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kaltim di Lapangan Hockey Kompleks Stadion Madya Sempaja, Rabu (15/12).

“Tentu harapan ini dapat terwujud dengan program dari Pak Sutomo Jabir (Ketua Pengprov Kaltim, red) bersama pengurus dalam melahirkan bibit-bibit baru khususnya dalam cabang olahraga panahan kedepannya," kata Agus.

Melalui Kejurprov Perpani Kaltim yang diikuti oleh 8 (delapan) kontingen Perpani Kabupaten/Kota se Kaltim dengan total 215 Atlet Panahan tersebut, Mantan Kepala UPTD Sekolah Olahraga Kaltim ini juga berharap nantinya akan ada pemanah dari Kaltim yang berprestasi di event kejuaraan Internasional.

"Saat ini pemerintah telah memiliki Grand Design Olahraga Nasional atau Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang disusun untuk melakukan pembinaan atlet berprestasi menuju olimpiade sebagai target utama. Bukan tidak mungkin dengan pembinaaan yang terarah dan profesional, ada pemanah kita yang menjadi tulang punggung Indonesia," terangnya.

Dengan DBON inilah perbaikan manajemen dan data olahraga dapat terealisasikan guna meningkatkan prestasi olahraga serta mencari talenta-talenta atlet usia dini di seluruh Indonesia.

Lebih lanjut pria yang pernah menjabat sebagai Kepala UPTD Sekolah Olahraga Kaltim ini, mengungkapkan bahwasannya selama ini prestasi olahraga didapatkan ialah by accident bukan by design. Inilah mengapa ditekankannya, meskipun berprestasi, tetapi atlet tidak akan bertahan lama karena minimnya pelapis atau penggantinya.

“DBON ini bertujuan menciptakan lapisan atlet, sehingga Indonesia tak pernah kehabisan atlet. Dengan bahasa sederhana sering disampaikan Menpora, Indonesia harus membuat pabrik prestasi. Prestasi ini harus dipabrik, harus dibuat, dan untuk membuat itu kita harus design, harus ada blue print, dan untuk menuju kesana harus ada road map olahraga,” tandasnya. (ppiddisporakaltim/resa/pt)