Narkoba

Keterlibatan dan Kepedulian Masyarakat Sangat Dibutuhkan Guna Memberantas Narkoba

  •   Teguh Prasetyo
  •   17 September 2021
  •   11:04am
  •   Narkoba
  •   167 kali dilihat
  •  

Samarinda - Badan Narkotika Nasional Provinsi Kaltim menggelar Sinkronisasi Program dan Kebijakan Kota Tanggap Ancaman Narkoba dengan tema 'Bersatu Mewujudkan Kabupaten/Kota Tanggap Ancaman Bahaya Narkoba (KOTANI), di Ballroom Hotel Grand Sawit Samarinda, Jumat (17/9/2021).

Mewakili Sekretaris Daerah Kaltim Staf Ahli Bidang Reformasi Birokrasi dan Keuangan Daerah, M. Kurniawan.

"Peredaran dan Penyalahgunaan Narkoba berakibat buruk terhadap kesehatan, khususnya pada Generasi Muda. Bahkan dapat mengancam keutuhan NKRI. Karena itu upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan Narkoba harus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan banyak pihak," ungkap Kurniawan.

Informasi BNN Kaltim, pada tahun 2020 kasus penyalahgunaan Narkoba jenis tertentu di Kaltim sudah mengalami penurunan menjadi urutan 3 dari 34 provinsi dibanding tahun sebelumnya berada di peringkat 4.

Setidaknya selama pandemi Covid-19 perhatian Pemerintah dan masyarakat agak kendor terhadap sejumlah penyakit seperti HIV/AIDS dan Demam Berdarah (Dengue) dan tentu saja termasuk Narkoba yang sebenarnya terus mengancam kehidupan masyarakat.

"Dari 197 kelurahan dan 841 desa di Kaltim masih terdapat 82 Desa Rawan Bahaya Narkoba. Khusus untuk Penggunaan Jenis Sabu menempati urutan ke-2 dari 18 provinsi. Selain itu, kasus Narkoba di Kaltim pada masa pandemi Covid-19 mengalami peningkatan. Pada tahun 2019 di Kaltim prevalensinya 0,10 persen dan secara Nasional 1,80 persen," papar Kurniawan.

Pemerintah Provinsi Kalimantn Timur mengingatkan Keterlibatan atau kepedulian elemen masyarakat di Kabupaten/Kota se-Kaltim perlu ditingkatkan dalam ikut berupaya melakukan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) guna terlaksananya Program dan terwujudnya Kabupaten/Kota Tanggap Ancaman Narkoba (KOTAN).

Acara ini dihadiri Kepala BNN Kaltim, Brigjen Pol Wisnu Andayana, Ketua PKK Kaltim, Hj. Norbaiti Isran Noor dan 30 peserta dari OPD dilingkup Pemerintah Kaltim. (tp/pt)