Kesehatan

SMAN 1 Samarinda Jadi Lokus Gerakan Nasional Aksi Bergizi

  •   Khajjar Rohmah
  •   26 Oktober 2022
  •   1:25pm
  •   Kesehatan
  •   738 kali dilihat

Samarinda – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Samarinda menjadi lokus Gerakan Nasional Aksi Bergizi di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Gerakan Nasional Aksi Bergizi ini dilaksankan secara serentak di seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Dengan melibatkan siswa SMP dan SMA sederajat.  

Tak kurang dari seribu siswa SMAN 1 mengikuti kegiatan Gerakan Nasional Aksi Bergizi tersebut. Kegiatan dimulai dengan senam dan sarapan pagi bersama. Lalu pembagian telur rebus sebagai penambah nutrisi dan pembagian Tablet Tambah Darah (TDD) bagi remaja putri.



Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan Dinas kesehatan (Dinkes) Kaltim, Nurul Wahdah dalam penyampaian Laporan Gerakan Nasional Aksi Bergizi mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menanggulangi kasus anemia atau kurang darah pada remaja. Sebesar 32 persen  remaja di Indonesia dalam rentang usia 15-24 tahun mengalami gejala anemia.

“Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat secara nasional. Ini juga terjadi di Kaltim. Sehingga, ada komitmen aksi bergizi sebagai bentuk pencegahan dan penanggulangan anemia pada remaja,” ujarnya dalam Laporan Kegiatan Gerakan Nasional Aksi Bergizi di Lapangan SMAN 1 Samarinda, Rabu (26/10/2022).

Ia juga menyampaikan, kegiatan aksi bergizi diikuti oleh 6.600 siswa dari 110 sekolah tingkat SMP dan SMA sederajat di 10 kabupaten/kota di Kaltim.


Kepala Dinkes Kaltim, dr. Jaya Mualimin mewakili Gubernur Kaltim turut menyampaikan, sesuai dengan arah  kebijakan Presiden Republik Indonesia tahun 2019-2024, dalam rangka pembangunan Sumber daya Manusia (SDM) pemerintah menjamin kesehatan ibu hamil, balita, dan anak sekolah. Demi menyongsong masa emas Indonesia dan menciptakan generasi unggul penerus bangsa.  

Upaya mengatasi masalah gizi memerlukan kolaborasi lintas sektor. Baik dari pemerintah, swasta dan masyarakat.

“Penanganan masalah gizi diperlukan dukungan lintas sektor termasuk dunia pendidikan. Penuruan angka stunting dan anemia jadi perhatian penting. Pemprov punya kewajiban pembinaan dan pengawasan dalam penanganannya,” jelas dr. Jaya.



Kegiatan aksi bergizi digelar secara hybrid. Turut hadir dalam giat Aksi Bergizi, Wakil Ketua I TP PKK Provinsi Kaltim Hj Erni Makmur, Kepala Bidang SMA Disdikbud Kaltim, Mispoyo dan Sekretaris Diskominfo Kaltim, Drs. Edi H.Noor. (KRV/pt)