Kesehatan

Melalui Germas dan KKS, Dinkes Kaltim Perkuat Sinergi dan Tingkatkan Kualitas Kesehatan

  •   Sefty Wulandari
  •   20 Desember 2022
  •   4:56pm
  •   Kesehatan
  •   788 kali dilihat

Melalui Germas dan KKS, Dinkes Kaltim Perkuat Sinergi dan Tingkatkan Kualitas Kesehatan

Samarinda – Dalam rangka memperkuat dan meningkatkan kualitas kesehatan, pemerintah khususnya provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus berupaya memasyarakatkan budaya hidup sehat, dengan mengimbau masyarakat untuk meninggalkan kebiasaan dan perilaku masyarakat yang kurang sehat. Hal ini didorong melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan Kabupaten Kota Sehat (KKS).

Rapat Koordinasi berupa Monitoring dan Evaluasi (Monev) Implementasi Germas tahun 2022 oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim ini digelar pada hari Selasa (20/12) bertempat di Hotel Horison Samarinda. Rakor tersebut dirangkai pula dengan Pertemuan Sosialisasi Penyelenggaraan Kabupaten Kota Sehat se-Provinsi Kaltim yang keduanya saling memiliki keterkaitan. Germas dan KKS jadi jalan untuk mengatasi beban tiga penyakit yang muncul bersamaan (Triple Burden of Diseases) yang kini tengah dihadapi oleh negeri.

“Ada 3 (tiga) jenis penyakit yang menjadi perhatian yakni penyakit menular, penyakit tidak menular dan munculnya penyakit baru. Ketiganya tentu membahayakan untuk kesehatan, oleh karena itu kita terus berupaya untuk mengendalikan faktor resiko, diantaranya melalui Germas dan KKS,” jelas Setyo Budi Basuki selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kaltim.

Triple Burden of Diseases lanjutnya terdiri dari non communicable disease, communicable disease dan re-emerging disease. Non communicable disease merupakan penyakit-penyakit yang tidak menular seperti penyakit kardiovaskular, kanker, maupun sindrom metabolik. Communicable disease merupakan penyakit menular seperti tuberculosis dan campak. Sementara, re-emerging disease merupakan penyakit yang pernah menghilang namun kemudian muncul kembali seperti difteri.

“Germas merupakan aksi nyata di lapangan yang terus pemerintah dorong dan sinergikan dengan seluruh pihak agar masyarakat dapat menerapkan pola hidup sehat. Kaitannya nanti dengan target kita selanjutnya yaitu Kabupaten Kota Sehat. Kalau masyarakatnya sehat maka daerahnya pasti sehat,” tambahnya.

Diketahui, Forum ini dihadiri kurang lebih 50 peserta secara hybrid. Seluruh peserta terdiri dari perwakilan Perangkat Daerah (PD) se-Kabupaten Kota di Kaltim, Tim Pembina, Forum Germas Kaltim, Tim Forum Kabupaten/Kota Sehat tahun 2022. Hadir mewakili Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim yaitu Kepala Bidang IKP dan Kehumasan Irene Yuriantini.

Dalam pertemuan tersebut, seluruh peserta secara aktif berdiskusi dan mengevaluasi pelaksanaan Germas sepanjang tahun 2022 dan persiapan Germas juga KKS 2023. Seluruh unsur pihak yang hadir diharapkan dapat memiliki pemahaman yang sama terkait kebijakan Germas 2023 dan perancangan indikator KKS 2023 nantinya.

“Jika kesepahaman telah kita sepakati maka langkah selanjutnya ialah memaksimalkan edukasi, dan sosialisasi kepada seluruh masyarakat mengenai Germas juga KKS sehingga terciptalah generasi yang cerdas dan sehat,” pungkasnya.

Tak dapat dipungkiri, pelaksanaan Germas dalam 2 tahun terakhir memang belum optimal, hal ini dikarenakan adanya wabah pandemi COVID-19 yang melanda negeri. Namun, upaya untuk memperkuat dan meningkatkan kualitas kesehatan tak henti terus dikerahkan. Hal ini, karena Germas dan KKS erat sebagai bagian dari implementasi transformasi sistem kesehatan pada pilar yang pertama yaitu transformasi pelayanan primer, yang mana pilar ini berfokus pada kegiatan promotif dan preventif untuk menciptakan lebih banyak orang yang sehat, yang mana selain lebih murah, kualitas hidup juga jadi lebih baik. (sw/pt)

 Foto : Primayudha Amrullah