Kerajinan

Fascreeya Ajak Pelaku Usaha Bergabung Dalam Kurasi UMKM Fashion IKN Nusantara dan Kaltim

  •   Nichita Heryananda Putri
  •   19 Maret 2022
  •   5:03pm
  •   Kerajinan
  •   112 kali dilihat
  •  

Samarinda - Fascreeya, sebuah lembaga yang bergerak di bidang fashion dan kriya menggandeng Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kaltim dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kaltim dalam kegiatan Kurasi UMKM Fashion IKN Nusantara dan Kaltim.

Pendiri Fascreeya, Anas Maghfur menuturkan ide dan konsep ini tercetus dari dirinya. Selain dengan Pemerintah terkait, kegiatan ini akan berkolaborasi juga dengan Bank Indonesia.

Anas menyebut sebelum kurasi ini ada kegiatan lain seperti sarasehan, dialog batik dan lainnya. Terkait itu dirinya mencoba mengakomodir teman-teman Pengrajin Batik se-Kaltim, dan ternyata responnya sangat baik dan dari situ terlihat banyak hal yang perlu ditingkatkan. Dari situlah awal mula ide kurasi muncul.

“Kemudian saya usul ide ini. Jadi kurasi ini tidak hanya pengrajin batik saja tapi juga pelaku fashion dan kriya termasuk desainer, penjahit, pengrajin tenun, batik dan lain-lain,” ucap Anas saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (19/3/2022).

Menurut Anas, kurasi ini kegiatannya bersifat kondisional. Karena kurasi lebih kepada mengumpulan data para pelaku UMKM fashion dan kriya yang nantinya akan disimpan dalam Big Data. Sehingga, suatu saat jika ingin membuat kegiatan yang berhubungan dengan fashion dan kriya cukup melihat dan mengundang berdasarkan data yang ada, terangnya memaparkan.

“Kalau kurasi ini acaranya kondisional. Nanti akan ada kegiatan turunannya. Kita bicara Big Data, jadi apapun kegiatannya nanti berdasarkan Big Data. Contohnya, kami mau selenggarakan pelatihan membatik, kita tinggal pakai Big Data ini,” ungkapnya.

Contoh lain, lanjut Anas, Pelatihan Fashion Desainer serta ada pelatihan untuk teman-teman yang belum menempuh pendidikan fashion, seperti fashion sketch itu kan belajar menggambar.

“Sebenarnya ada kelasnya, sehingga kami ingin membuat itu untuk mereka ya nanti acuannya pada data,” terangnya.

Pria pemilik brand fashion Aemtobe ini juga menjelaskan bahwa dalam waktu dekat akan merilis kegiatan pelatihan membatik. Tentunya, banyak kegiatan lainnya seputar fashion dan kriya yang akan diinfokan kepada pelaku UMKM terkait sesuai dengan data yang ada melalui kurasi ini., sebutnya.

“Dalam waktu dekat akan ada 4 kegiatan, dan satu kegiatan sudah siap rilis. Kemungkinan akan kita publikasikan segera namun pelaksanaannya setelah lebaran,” akunya.

Sosok desainer Musa Widyatmojo dari Dekranas Pusat serta pendiri Indonesia Fashion Week didapuk menjadi salah satu mentor yang didatangkan. Menurut Anas, Musa nantinya selain menjadi guru juga akan membantu memberikan solusi terkait permasalahan yang dihadapi para pelaku UMKM Fashion dan Kriya yang ada di Kaltim, tambahnya.

“Beliau ingin tahu masalahnya apa sih kalau ke Kaltim, dia ingin membantu memecahkan problem tersebut. Karena big data itu, ketika beliau datang saya sudah persiapkan tuh siapa yang akan belajar dan Pak Musa tahu yang harus dilakukan,” tutupnya (cht/pt)