Budaya

Mengulur Naga Tandai Puncak Pesta Erau Adat Pelas Benua 2023

  •   Sefty Wulandari
  •   1 Oktober 2023
  •   10:37am
  •   Budaya
  •   1006 kali dilihat

Tenggarong - Puncak pesta Erau Adat Pelas Benua tahun 2023 ditandai dengan prosesi Mengulur Naga.

Kegiatan adat ini dilaksanakan di Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara (Kukar) Ing Martadipura dan Museum Mulawarman, Minggu (1/10/2023). Pukul 09.00 WITA.

Ritual turun temurun ini dilakukan dengan mengarak Sepasang Naga Laki dan Naga Bini (perempuan) dengan menggunakan kapal menuju Desa Kutai Lama, Kecamatan Anggana. 

Kedua naga terbuat dari kayu dan rotan, yang memanjang bak ular sepanjang 17 meter, dengan leher dan kepalanya yang berdiri tegak setinggi 1.5 meter. 

Lautan kemeriahan acara adat ini diwarnai dengan masyarakat yang mengenakan pakaian khas Kutai dengan celana batik dan baju putih, serta tidak lupa pula mengenakan Pesapu (Penutup Kepala Khas Kutai). 

Pada Kegiatan ini, Asisten I Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar, Akhmad Taufik Hidayat, mewakili Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah mengatakan Mengulur Naga dan Belimbur, merupakan ritual yang sakral sehingga kita harus menjaga adab dan tata krama kita dalam kegiatan ini.

“Prosesi mengulur naga dan belimbur ini merupakan puncak dari Erau Adat Pelas Benua, yang merupakan ritual komunikasi antara alam dunia dengan alam gaib yang bersifat saklar,” ucap Akhmad dalam membacakan Teks sambutan Bupati Kukar.


Sebagai informasi, Sebelum menuju Kutai Lama, kapal yang membawa sepasang naga terlebih dahulu singgah di Tepian Aji, Samarinda Seberang untuk melakukan ritual lainnya.

Adapun, rute penghantaran naga melibatkan sungai legendaris, yakni Sungai Mahakam. Naga kemudian diangkut ke atas kapal. Selama perjalanan, kapal akan berhenti beberapa kali untuk berkomunikasi dengan para mahluk sakral.

Selain itu Akhmad berpesan, Seluruh Masyarakat Kota Raja dalam Pesta Erau Adat Pelas Benua tahun 2023, selalu menjaga keteriban tata krama sesuai dengan titah Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

“Bagi masyarakat yang menyaksikan, harap menjaga ketertiban dan etika tata krama sesuai dengan titah Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura,” pesannya. (timeskaltim/sef/pt)

Dok : Times Kaltim