Satu Identitas untuk Banyak Layanan, CONNECTIDN Jadi Inovasi BSSN RI
Jakarta – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) melalui Balai Layanan Penghubung Identitas Digital (BLPID) menggelar Sosialisasi Layanan CONNECTIDN secara daring pada Rabu (8/4/2026). Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan kementerian, lembaga, serta dinas komunikasi dan informatika dari berbagai daerah di Indonesia.
Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat transformasi digital nasional, khususnya dalam membangun ekosistem identitas digital yang terintegrasi, aman, dan terpercaya. Hal ini sejalan dengan Peraturan BSSN RI Nomor 1 Tahun 2025 tentang Organisasi dan Tata Kerja BLPID, yang menjadi dasar pembentukan layanan penghubung identitas digital di Indonesia.
Dalam pemaparannya, BLPID menjelaskan bahwa identitas digital kini telah menjadi fondasi dalam berbagai aktivitas masyarakat. Mulai dari mengakses email, layanan transportasi, transaksi keuangan, hingga layanan publik, seluruhnya membutuhkan proses autentikasi identitas yang valid.
Namun demikian, kondisi saat ini menunjukkan masih adanya fragmentasi identitas digital. Satu individu dapat memiliki banyak akun berbeda untuk berbagai layanan, yang berpotensi menimbulkan duplikasi data, inkonsistensi identitas, serta risiko kesalahan verifikasi.
Menjawab tantangan tersebut, BLPID menghadirkan CONNECTIDN sebagai solusi integrasi identitas digital nasional. Platform ini memungkinkan proses autentikasi dilakukan secara aman, cepat, dan terstandarisasi, sekaligus menghubungkan penyedia layanan, penyedia identitas, dan pengguna dalam satu ekosistem digital.
Dengan mengusung tagline “Akses Banyak Layanan Secara Aman dan Nyaman”, CONNECTIDN diharapkan dapat menyederhanakan akses layanan digital bagi masyarakat, sekaligus meningkatkan kepercayaan dalam penggunaan layanan berbasis digital.
Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia BSSN, Sulistyo, dalam sambutannya menegaskan bahwa pengembangan identitas digital merupakan bagian dari komitmen besar pemerintah dalam mendorong transformasi digital yang tidak hanya cepat, tetapi juga aman dan berpihak kepada masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa momentum ini juga bertepatan dengan peringatan 80 tahun persandian di Indonesia, yang mencerminkan perjalanan panjang dalam menjaga keamanan informasi negara.
“Data pribadi jutaan warga negara adalah tanggung jawab yang harus kita jaga dengan segenap kemampuan yang kita miliki. Apapun teknologinya, semuanya bermuara pada satu tujuan, yaitu melindungi kepentingan bangsa dan warga negara di ruang siber,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa Indonesia saat ini berada di tengah arus transformasi digital yang masif, di mana layanan publik semakin banyak beralih ke platform digital dan pengambilan keputusan didukung oleh data yang terhubung.
Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah fragmentasi identitas digital yang dapat berdampak pada inkonsistensi data serta menurunkan akurasi proses verifikasi.
Melalui BLPID, BSSN menghadirkan berbagai fungsi strategis, mulai dari penyediaan layanan konektivitas identitas digital, penguatan kerangka kepercayaan (trust framework), penyusunan standar teknis integrasi, hingga memastikan proses autentikasi berjalan aman melalui mekanisme yang terverifikasi.
Didukung oleh sumber daya manusia profesional di bidang keamanan siber serta infrastruktur berstandar internasional, BLPID optimistis CONNECTIDN dapat menjadi fondasi utama dalam membangun sistem identitas digital nasional yang tangguh.
Melalui sosialisasi ini, BSSN berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memahami pentingnya integrasi identitas digital serta berkolaborasi dalam menghadirkan layanan digital yang lebih efisien, aman dan terpercaya bagi masyarakat Indonesia.(sef/pt)








