Safari Ramadan ke Mahulu, Wagub Kaltim Soroti Penanganan Jalan dan Titik Longsor



Mahakam Ulu – Rombongan Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang dipimpin Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Minggu (15/03/2026).


Rombongan bergerak dari Kabupaten Kutai Barat menuju ibu kota Mahulu, Ujoh Bilang, dengan menempuh perjalanan darat sejauh kurang lebih 136 kilometer.


Perjalanan dari Tering, Kutai Barat hingga Ujoh Bilang tersebut melintasi ruas jalan yang penanganannya melibatkan beberapa pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten.


Dalam pemaparan yang disampaikan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), dijelaskan bahwa penanganan ruas jalan tersebut dibagi dalam beberapa segmen. Ruas sepanjang 0 hingga 10 kilometer ditangani melalui anggaran APBN. 



Sementara pada kilometer 10 hingga 41 menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui APBD provinsi.


Selanjutnya, pada kilometer 41 hingga 117 kembali menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui APBN.


Adapun ruas terakhir dari kilometer 117 hingga 136 ditangani oleh Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu.


Dalam kesempatan tersebut, BPJN juga memaparkan rencana penanganan infrastruktur jalan pada tahun anggaran 2026.


Salah satunya adalah penanganan sejumlah ruas jalan yang hingga kini masih belum diperbaiki.


“Untuk tahun 2026, terdapat tiga bucket anggaran dengan masing-masing sekitar Rp30 miliar. Anggaran ini dialokasikan untuk penanganan sepanjang 7,6 kilometer ruas jalan yang saat ini masih memerlukan perbaikan,” jelas perwakilan BPJN saat memaparkan kondisi jalan kepada rombongan Safari Ramadan.


Selain perbaikan jalan, pemerintah pusat juga merencanakan penanganan terhadap sejumlah titik rawan longsor yang kerap mengganggu akses transportasi di jalur Kutai Barat–Mahakam Ulu.


“Pada tahun 2026 juga direncanakan penanganan tujuh titik longsor dengan total anggaran sekitar Rp18 miliar. Penanganan ini diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan kelancaran mobilitas masyarakat,” lanjutnya.


Wagub Seno dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa peningkatan infrastruktur jalan menuju Mahakam Ulu menjadi perhatian serius pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.


Hal ini penting untuk membuka konektivitas wilayah pedalaman serta mempercepat pemerataan pembangunan.


“Mahakam Ulu merupakan wilayah strategis di perbatasan, sehingga akses jalannya harus terus kita perbaiki. Konektivitas yang baik akan memperlancar mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.


Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Kaltim akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten agar penanganan infrastruktur di jalur Kutai Barat–Mahakam Ulu dapat berjalan berkelanjutan, sehingga akses menuju wilayah perbatasan semakin baik dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (adg/sef/pt)


Foto : Ading