Ramai di Medsos, Diskominfo Kaltim Ajak Warga Pahami Data Anggaran Secara Utuh
Samarinda – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalimantan Timur mengajak masyarakat untuk memahami data anggaran pemerintah secara utuh, menyusul ramainya pembahasan di media sosial terkait pengelolaan aset dan anggaran daerah.
Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan jumpa pers yang digelar di Ruang WIEK Diskominfo Kaltim, Samarinda, Selasa (5/5/2026), oleh Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal.
Menurut Faisal, informasi yang beredar di media sosial sering kali hanya menampilkan sebagian data, sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
“Kalau informasi hanya dilihat sebagian, memang bisa menimbulkan persepsi yang keliru. Karena itu, kami ingin meluruskan dengan data yang lengkap,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu sumber informasi resmi yang bisa diakses masyarakat adalah aplikasi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) Kaltim. Melalui platform berbasis web ini, pemerintah membuka rencana pengadaan barang dan jasa secara transparan kepada publik.
Namun demikian, Faisal menegaskan bahwa data dalam SiRUP bersifat teknis, sehingga perlu dipahami secara menyeluruh agar tidak salah tafsir.
“Dalam satu anggaran itu biasanya mencakup banyak kebutuhan operasional, bukan hanya satu jenis pengeluaran. Kalau dilihat sepotong-sepotong, bisa menimbulkan persepsi yang berbeda,” jelasnya.
Untuk itu, Diskominfo Kaltim mengajak masyarakat agar lebih bijak dalam membaca dan memahami informasi anggaran. Faisal juga membagikan beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat agar tidak keliru dalam menafsirkan data anggaran pemerintah.
Pertama, masyarakat diimbau untuk tidak langsung mengambil kesimpulan dari satu potongan informasi yang beredar di media sosial.
Kedua, penting untuk melihat konteks secara keseluruhan, termasuk tujuan dan fungsi dari anggaran tersebut.
Ketiga, masyarakat dapat mengecek langsung data melalui platform resmi seperti SiRUP agar mendapatkan informasi yang utuh.
Keempat, apabila masih ragu, masyarakat disarankan mencari klarifikasi dari sumber resmi pemerintah.
Melalui langkah-langkah tersebut, Faisal berharap masyarakat dapat lebih memahami bagaimana anggaran pemerintah disusun dan digunakan.
“Transparansi itu sudah kami buka. Sekarang yang juga penting adalah bagaimana informasi itu dipahami dengan benar,” pungkasnya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur pun menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan keterbukaan informasi, sekaligus mendorong meningkatnya literasi publik agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam melihat penggunaan anggaran daerah. (sef/pt)
Foto : Teguh








