Penentuan Idul Fitri 1447 H, Kemenag Kaltim Lakukan Pemantauan Hilal di IKN
Samarinda - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Kalimantan Timur akan melaksanakan rukyatul hilal untuk menentukan penetapan Idul Fitri 1447 H.
Titik pemantauan utama hari ini akan difokuskan di dua lokasi strategis di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), yakni Masjid Negara IKN dan Tower ASN 1 Blok D.
Kepala Kanwil Kemenag Kaltim, Abdul Khaliq, menyatakan bahwa proses pemantauan ini akan dilakukan secara kolaboratif bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
"Kemenag Kaltim menggunakan perangkat yang dimilik BMKG Balikpapan untuk menentukan ketinggian hilal secara akurat,"ungkapnya pada dialog terkait semangat toleransi di kaltim antara perayaan nyepi dan persiapan Idul Fitri, Kamis (19/3/2026).
Abdul Khaliq menjelaskan, berdasarkan kesepakatan MABIMS yang melibatkan Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura, kriteria visibilitas hilal ditetapkan minimal pada ketinggian 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Jika posisi hilal berada di bawah ketentuan tersebut, maka bulan tidak dapat terlihat, bahkan dengan bantuan alat optik sekalipun.
“Jika di bawah 3 derajat, maka hilal sulit terlihat meski menggunakan alat canggih sekalipun. Namun, jika sudah mencapai 3 derajat, insya Allah akan terlihat jelas," tambahnya.
Ia juga mengakui bahwa secara geografis, Kalimantan Timur memiliki tantangan tersendiri dalam pengamatan hilal dibandingkan wilayah barat Indonesia seperti Aceh yang sering lebih dulu berhasil melihat hilal. Meski demikian, pihaknya tetap berupaya mencari lokasi strategis untuk mendapatkan hasil pemantauan yang optimal.
Masyarakat diimbau untuk mengikuti proses ini sebagai edukasi bahwa penentuan awal syawal dilakukan secara serius dan melalui prosedur ilmiah. Meski pemantauan dilakukan di daerah, kewenangan pengumuman hari raya tetap berada di tangan pemerintah pusat.
"Data dari seluruh Indonesia akan dikumpulkan dan dibawa ke Sidang Isbat. Kementerian Agama yang akan memutuskan apakah Idul Fitri jatuh pada hari Jumat atau Sabtu setelah membandingkan data dari berbagai provinsi," tutup Abdul Khaliq.
Waktu efektif peneropongan akan dimulai saat matahari terbenam (sekitar pukul 18.00 WITA), di mana akan terjadi pergeseran posisi antara matahari dan bulan sesuai dengan rotasi bumi pada hari tersebut.
Menurutnya, rukyatul hilal tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga memiliki makna penting bagi masyarakat dalam menentukan berakhirnya bulan Ramadan. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk turut menyaksikan proses tersebut, baik di IKN maupun di kabupaten/kota yang juga melaksanakan pemantauan di wilayah masing-masing. (prb/ty)








