Bantuan

Disnakkeswan Kaltim Kawal Ditjen PKH Kemenpan RB RI Distribusikan 1.000 Sapi Ke 5 Desa di Kabupaten PPU

  •   resa septy
  •   14 Desember 2021
  •   2:12pm
  •   Bantuan
  •   119 kali dilihat
  •  

Samarinda – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Timur kawal pendistribusian bantuan 1.000 Sapi Import program Desa Korporasi Sapi Tahun 2021 dari Pemerintah Pusat melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Peternakan dan Kesahatan Hewan (PKH) Kementrian Pertanian RI kepada 5 (lima) Kelompok Tani (Poktan) di 5 (lima) Desa Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Sabtu (11/12).

Total keseluruhan sapi yang disalurkan ialah terdiri dari 500 ekor sapi indukan dan 500 sapi bakalan (penggemukan). Untuk yang pembibitan diimpor langsung dari Australia dengan jenis Brahman Cross, sedangkan untuk bakalan didatangkan dari pulau Kalimantan (Bali dan NTB).

Kepala Disnakkeswan Kaltim, Munawwar didampingi Kepala Bidang Perbibitan dan Budidaya Peternakan, Yakob Pangedongan saat ditemui di Ruang Kerjanya Kantor Disnakkeswan Kaltim, Senin (13/12) menyatakan Kalimantan Timur merupakan salah satu dari 9 (Sembilan) Provinsi yang berkesempatan menerima bantuan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Republik Indonesia. Dengan pelaksana program dari Balai Embrio Ternak (BET) Cipelang, Ditjen PKH.


“Sampai saat ini yang sudah terpenuhi adalah Sapi Indukan sebanyak 500 ekor sedangkan untuk bakalan atau penggemukan masih dalam tahap penyelesaian dan kita berharap semuanya datang atau terpenuhi sampai akhir tahun anggaran 1.000 (ekor sapi), sementara ini baru 500 ekor sapi indukan yg sudah lengkap dan untuk penggemukan sudah ada beberapa kelompok yang telah menerima sapi bakalan diluar dari 500 sapi indukan. Ini terus berangsur, kita tetap konsisten pada total yang akan didistribusikan yaitu 1.000 ekor sapi,” ucap Munawwar menjelaskan.

Kelompok Tani (Poktan) dari 5 (lima) Desa di Kabupaten PPU yang menerima penyaluran bantuan sapi ini diantaranya ialah, Poktan Petani Maju Desa Labangka Barat, Poktan Lestari Desa Gunung Intan, Poktan Karya Utama Desa Gunung Mulia, Poktan Sumber Mulyo Desa Gunung Makmur dan Poktan Mugi Rejo Mandiri Desa Babulu Darat.

Adapun bantuan lainnya yang diberikan kepada masing-masing Poktan diluar dari pendistribusian 1.000 Sapi dibeberkan Munawwar yang berasal dari APBN yakni penyediaan kandang ternak ukuran 120 x 8 meter, bangunan pengolah pupuk dan rumah kompos ukuran 5 x 7 meter, ternak masing-masing 200 ekor (100 ekor induk Brahman/Import dan 100 ekor bakalan lokal), digester biogas ukuran 17 m3, mesin APPO beserta pengolah pupuk cair, bibit Hijauan Pakan Ternak (HPT) sebanyak 20.000 stek, chopper rumput 1 unit, timbangan ternak 1 unit dan pakan konsentrat (pembiakan dan penggemukan) sebanyak 75 ton (sudah diterima masing-masing Poktan 20 ton).


Sedangkan dukungan dari APBD Provinsi kepada masing-masing Poktan menerima fasilitas penyediaan air berupa tandon, menara, mesin pompa, pengembangan Hijauan Pakan Ternak (HPT) 10.000 stek, gangway 1 paket sepanjang 10 meter, Urea Molases Blok (UMB) dan garam serta obat-obatan untuk ternak

“Dasar kita menunjuk Kabupaten PPU sebagai penerima bantuan ini diantaranya, lokasi kegiatan berada dalam satu hamparan, berpengalaman memelihara ternak, daya dukung lahan atau pakan, akses ke lokasi kegiatan mudah dijangkau. Selain hal tersebùt diatas adalah ditetapkannya PPU sebagai calon IKN,"urainya.

Lebih lanjut ditekankan olehnya, meskipun sapi telah disalurkan ke 5 (lima) Desa di 5 (lima) Poktan, bukan berarti ternak tersebut milik Poktan selaku penerima bantuan. Melainkan milik Korporasi dengan nama BABULU BRAHMAN JAYA, tegas Munawwar.

“Harapannya mulai dari Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota karena ini tanggung jawab, kita memang harus kembangkan. Dari sisi sapi indukan harus kita kembangkan betul-betul itu menjadi bagian dari peningkatan populasi. Terkait dengan sapi bakalan/persilangan ini menyesuaikan kemampuan masyarakat/kelompok untuk melakukan usahanya menjadikan sapi import itu sebagai indukan terus-menerus. Jadi ini memang menstimulan kegiatan usaha mereka,” pungkasnya. (resa/pt)