Artikel

Lebaran Virtual Tidak Memudarkan Makna Silahturahmi

  •   pipito
  •   16 Mei 2021
  •   1:56pm
  •   Artikel
  •   217 kali dilihat
  •  

SAMARINDA- Perayaan Idulfitri 1442 H/2021 yang selayaknya dirayakan bersama-sama keluarga, ada sebagian yang harus menahan diri untuk tidak bertemu bahkan tidak pulang kampung.

Apalagi dimasa pandemi untuk menekan penyebaran  Covid-19 yang makin meluas. Silaturahmi sosial dengan model konferensi video merupakan langkah yang paling realistis pada saat pandemi seperti saat ini.

Kemajuan teknologi telah memberikan solusi agar seseorang dapat tetap bisa berinteraksi di tengah imbauan untuk menjaga jarak fisik. Lebaran virtual tidak memudarkan makna dari silahturahmi tersebut.

Masa Pandemi Covid-19 memisahkan Komunikasi virtual, pandemi juga telah banyak mengubah cara berinteraksi. Jarak fisik sekarang ini menjadi konsekuensi logis, demi mencegah penularan Covid-19, soal apakah pesan dapat tersampaikan atau tidak tentu banyak variabel yang mempengaruhinya, media hanya salah satu di antaranya.

Seperti halnya yang dirasakan seorang wanita bernama Gaby Arghanita. Ia mengatakan yang dikangenin saat lebaran ya kumpul semua. Secara paling jauh sendiri dan benar-benar tidak ada keluarga.

“Keluarga saya keberadaan tempat yang jauh-jauh, ada yg di Kota Banda Aceh, Yogyakarta, Jakarta. Sedangkan dipihak suami di Sulawesi. Tapi yg jelas, saya usahakan jika lebaran harus kumpul itu anak-anak. mereka harus pulang, “ujar Ibu tiga anak ini.

Tidak hanya itu, lanjutnya yang paling dikangenin saat lebaran yakni kuliner berbagai macam, seperti Kue keringnya biji pala, kalau masakannya itu tumis buncis bumbu tauco. Biar sudah bisa buat sendiri masakan tumis buncisnya tetep beda rasanya, ucap wanita dua saudara ini.

Sekarang ada kebiasaan baru, yakni melakukan video call atau zoom meting dengan kelurga jauh. Baik keluarga yang ada di Pulau Sumatera, Jawa bahkan di Sulawesi. Tahun ini karena ada pembatasan, kita jadinya ngga bisa silatuhrahim, tetap berada di rumah, tutupnya. (pt)