Artikel

Dari Limbah Bisa Menerangi 3 Kecamatan Di Kukar

  •   Bagus Setiawan
  •   7 Desember 2021
  •   9:02am
  •   Artikel
  •   224 kali dilihat
  •  

Kutai Kartanegara - Setelah menempuh perjalanan dengan waktu 3 jam dari titik keberangkatan dari  Kecamatan Tenggarong kabupaten Kutai Kartanegara, Gubernur Kalimantan Timur beserta rombongan Kunjungan Kerja (Kunker) tiba di PT REA Kaltim Plantation Kec. Kembang Jangut pada pukul 16.00 WITA, Senin (6/12).

Dengan menggunakan helm sefety Gubernur Kaltim Isran Noor di dampingi pejabat Esselon II Pemprov Kaltim Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral Christianus Benny, Dinas Kominfo HM Faisal, Kepala Bappeda HM Aswin, Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM  HM Yadi Robyan Noor, Kepala Biro Adpim M Syafranuddin , Kepala Biro Adbang Lisa Hasliana , Direktur RSUD AW Syahranie  dr. David Hariadi Masjhoer menyimak pemaparan oleh karyawan PT REA tentang sistem kerja pembangkit listrik Biogas berbahan limbah kelapa sawit.

Bahan sisa hasil olahan minyak CPO kelapa sawit  Biogas Power Plant ini dapat menerangi 7.766 rumah, 25 desa di 3 Kecamatan yaitu Kembang janggut, Tabang dan Kenohan.

Perusahaan PT. REA Kaltim Plantation ini mempunyai  8 pembangkit listrik yang dialirkan ke masyarakat, tentunya dengan bekerjasama dengan pihak PLN. PT Rea juga  memiliki dua  Biogas Power Plant Cakra dan Perdana yang isinya penyimpanan bahan baku cair.

Perbedaan keduanya terletak pada kapasitas penampungan dan energi yang dihasilkan. Cakra memiliki Biogas Engine Generator menghasilkan 4 x 1,06 / 14, 859,32  MegaWat/jam(MWH), sedangkan Biogas Engine Generator menghasilkan kapasitas 3 x 1,06 / 11,895,82 MWH. (Bgs/ty)