Aplikasi

Bahlil : OSS Dikembangkan Indosat, Bukan Kaleng-Kaleng

  •   prabawati
  •   9 Agustus 2021
  •   4:50pm
  •   Aplikasi
  •   276 kali dilihat
  •  

Samarinda - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinator Penanaman Model (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa Online Single Submission (OSS) berbasis risiko dikembangkan oleh PT Indosat TBk.

"Bukan perusahaan kaleng-kaleng, kalau ada trouble, berarti indosat dan kami yang akan bertanggung jawab,"ungkapnya saat peluncuran OSS secara virtual, Senin (9/8)


Bahlil mengatakan OSS berbasis risiko dibangun sejak Maret. Aplikasinya mulai dites rabu pekan lalu.

Tampak hadir Gubernur Kaltim H. Isran Noor didampingi Asisten Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setprov Kaltim Abu Helmi, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kaltim Puguh Harjanto serta Kepala Dinas ESDM Provinsi Kaltim Christianus Benny turut hadir pada acara peluncuran OSS berbasis Risiko oleh Presiden Joko Widodo.

Menurutnya, proses pembuatannya merangkum ratusan regulasi. Mulai dari Undang-undang (UU) Cipta Kerja yang berisi 70 UU, 47 Peraturan Pemerintah hingga Peraturan Presiden dan Peraturan Menteri.

Sistem ini juga menghubungkan 4 aplikasi yaitu, ruang lingkup pertama untuk Kabupaten/kota, Provinsi, Kementerian/lembaga dan Kementerian investasi sebagai terminal yang menghubungkan.

Lebih lanjut, Bahlil mengatakan ada dua kendala dalam menginplementasikan OSS, terutama di daerah-daerah yang belum ada listriknya atau listriknya setengah hari hidupnya. Kemudian masih ada daerah-daerah yang jaringan internetnya belum memadai.

"Untuk daerah yang belum ada listrik dan internet, sedang kami rumuskan dengan Indosat agar implementasinya dari OSS berjalan,"tegasnya (Prb/ty)