Agama

Kajian Ilmu Fiqih Wanita: Mengejar Sakinah di Bulan Ramadhan Bersama Ustadzah Hayati Fashiha

  •   Hendra Saputra
  •   5 April 2024
  •   3:46pm
  •   Agama
  •   232 kali dilihat

Samarinda- Dalam rangka memperingati Bulan Suci Ramadhan 1445 H dan mempererat tali silaturahmi, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR & PERA) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar Kegiatan Kajian Fiqih Wanita Bulan Ramadhan.

Kali ini dengan tema "Menggali Makna Sakinah dalam Rumah Tangga di Bulan Ramadhan." Acara tersebut bertempat di Mushola Amal Bakti DPUPR & PERA Provinsi Kaltim, Jalan Tengkawang No. 01, Samarinda, Jumat (5/4/2024).

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) lingkungan Pemerintah Provinsi Kaltim beserta anggota turut hadir dalam acara tersebut, yang diisi Tausiah oleh Ustadzah Hayati Fashiha, LC., M.A. Puncak acara juga dihadiri oleh Ketua DWP Diskominfo Kaltim, Ima Chelwina Faisal.

Marliana Wahyuningrum Firnanda, selaku Ketua DWP Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang & Perumahan Rakyat Provinsi Kalimantan Timur, menyampaikan perasaan sedih menjelang akhir bulan Ramadhan 1445 H, menyatakan harapan agar umur dipanjangkan dan kesehatan diberikan untuk bertemu kembali di bulan suci Ramadhan tahun depan.

Apresiasi disampaikan atas kehadiran seluruh peserta dan harapan agar kajian ilmu fiqih ini dapat diadakan setiap bulan, bukan hanya di bulan Ramadhan, dengan harapan partisipasi yang lebih banyak. Ia juga memohon maaf atas segala kekurangan yang mungkin terjadi selama kajian.

Sementara Ustadzah Hayati Fashiha dalam ceramahnya membahas secara mendalam tentang "Menggali Makna Sakinah dalam Rumah Tangga di Bulan Ramadhan."

Menurutnya, bagaimana mencapai sakinah di bulan Ramadhan, sakinah harus diminta kepada Allah SWT. Satu hal yang tidak disukai setan adalah keberadaan sakinah dalam rumah tangga yang meresahkan.

"Sakinah itu adalah ketenangan, dan setan senang dengan konflik dalam rumah tangga. Puncak keberhasilan bagi setan adalah memisahkan suami dan istri serta merusak ketenangan dalam rumah tangga,"tutupnya. (hend/pt)