PANRB Percepat Transformasi Digital Melalui Evaluasi SAKIP Berbasis AI

Samarinda – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penerapan Artificial Intelligence (AI) dalam Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) Tahun 2026 secara virtual, Rabu (17/6/2026).


Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) merupakan instrumen penting untuk memastikan proses perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pengukuran, hingga pelaporan kinerja instansi pemerintah berjalan secara terintegrasi dan akuntabel. Melalui evaluasi SAKIP, pemerintah berupaya menilai sejauh mana instansi mampu mengelola kinerja secara efektif, berorientasi pada hasil, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Seiring meningkatnya kompleksitas dokumen, data, dan informasi kinerja pemerintah, pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dinilai semakin relevan untuk memperkuat proses evaluasi SAKIP.


Kepala Bagian Sinkronisasi Program dan Anggaran Kementerian PANRB, Firmansyah, mengatakan pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari survei yang telah dilakukan bersama tim UI-CSGAR terkait persiapan pelaksanaan evaluasi SAKIP berbasis AI.


“Pertemuan hari ini merupakan tindak lanjut dari survei yang telah kami lakukan bersama tim UI-CSGAR dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan evaluasi SAKIP berbasis AI,” ujar Firmansyah.


Menurutnya, penerapan AI dalam evaluasi SAKIP memerlukan sejumlah tahapan yang harus dipersiapkan secara matang. Salah satu tahapan yang paling penting adalah memastikan kesiapan seluruh instansi pemerintah yang menjadi objek evaluasi, terutama terkait kelengkapan data dukung yang akan digunakan dalam proses penilaian.


“Untuk menjalankan evaluasi SAKIP berbasis AI, diperlukan beberapa tahapan. Salah satu yang paling penting adalah kesiapan seluruh instansi pemerintah yang akan dievaluasi, khususnya terkait data dukung pelaksanaan evaluasi. Hal ini untuk memastikan seluruh data tersedia dan siap diproses lebih lanjut oleh sistem AI yang sedang dikembangkan,” jelasnya.


Oleh karena itu, Firmansyah meminta seluruh instansi pemerintah yang terlibat untuk mendukung pelaksanaan evaluasi tersebut dengan menyiapkan data-data yang diperlukan. Sementara mekanisme teknis pelaksanaannya akan dijelaskan lebih lanjut oleh tim UI-CSGAR sebagai pengembang sistem evaluasi SAKIP berbasis AI.


Ia juga menyampaikan bahwa instansi pemerintah yang berpartisipasi aktif dalam pengembangan dan penerapan evaluasi SAKIP berbasis AI akan memperoleh apresiasi dalam proses evaluasi.


“Setiap instansi pemerintah yang terlibat dalam pengembangan AI ini insyaallah akan mendapatkan pertimbangan positif dalam proses evaluasi SAKIP. Harapannya, hal tersebut dapat memberikan nilai tambah sebagai bentuk apresiasi atas peran aktif instansi pemerintah dalam mendukung pengembangan evaluasi SAKIP berbasis AI,” pungkasnya.


Kegiatan dihadiri Perwakilan Pemprov Kaltim, Pemkab Balikpapan, Pemkot Samarinda dan Pemkab Berau. (Prb/ty)