Mahasiswa Asal Kaltim di Malaysia Raih Penghargaan IT di Ajang Internasional IBOH 2025
Kuala Lumpur — Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan dan teknologi. Seorang mahasiswa asal Kalimantan Timur yang tengah menempuh studi di Malaysia berhasil meraih penghargaan prestisius dalam ajang International Battle of Hackers (IBOH) 2025, sebuah kompetisi siber bergengsi yang diikuti hampir 600 peserta dari 13 negara.
Mahasiswa tersebut adalah Fawwaz Musaffa, putra daerah Kaltim yang kini berkuliah di Asia Pacific University of Technology & Innovation (APU), Malaysia. Namanya mencuat setelah karyanya yang bertajuk Cyber Wise Portal mendapat apresiasi langsung dari Cyber Security Malaysia (CSM) dan dipilih untuk diintegrasikan ke dalam Cybersafe Gallery, galeri edukasi siber pertama di Malaysia yang tercatat dalam Malaysia Book of Records.

Penghargaan dan pengakuan tersebut diumumkan saat penyelenggaraan IBOH 2025, yang digelar APU di Auditorium Kementerian Pekerjaan Umum Malaysia. Kompetisi ini menguji kemampuan peserta dalam dua format: Jeopardy dan Attack & Defence, dengan tujuan melahirkan para pembela siber masa depan.
CEO CyberSecurity Malaysia, Dato’ Ts Dr Haji Amirudin Abdul Wahab, secara resmi mengumumkan bahwa portal karya Fawwaz akan menjadi bagian dari program edukasi nasional.
“Portal Cyber Wise memberikan pengalaman pembelajaran langsung bagi pelajar sekolah tentang keamanan siber. Melalui inisiatif ini, kita membangun generasi muda yang etis, cerdas, dan siap menjaga masa depan digital negara,” ujarnya saat peresmian IBOH 2025.

Kolaborasi ini lahir melalui dukungan para dosen APU, yakni Nor Azlina Abd Rahman dan Noris Ismail, serta tim Outreach CyberSecurity Malaysia. Pencapaian ini menegaskan kemampuan Fawwaz tidak hanya sebagai peserta kompetisi, tetapi juga inovator muda dengan kontribusi nyata.
IBOH 2025 yang diselenggarakan APU menarik hampir 600 peserta dari 190 tim dan 35 universitas internasional. Mereka datang dari berbagai negara termasuk Indonesia, Prancis, Rusia, Singapura, Pakistan, hingga Vietnam. Kompetisi ini telah dikenal sebagai wadah pencetak talenta siber unggulan sejak 10 tahun terakhir.

APU sendiri menjadi tuan rumah sekaligus peserta unggulan dengan beberapa timnya meraih juara nasional. Namun perhatian tahun ini banyak tertuju pada kontribusi mahasiswa internasional yang memberi dampak langsung bagi ekosistem siber Malaysia, salah satunya Fawwaz dari Kalimantan Timur.
Prestasi Fawwaz mendapat apresiasi karena mampu membawa nama Indonesia, khususnya Kalimantan Timur, ke panggung internasional dalam bidang keamanan siber. Semangat, rasa ingin tahu, dan kreativitasnya menjadi contoh nyata bahwa generasi muda Kaltim mampu bersaing dan berprestasi di tingkat global.
Dengan diadopsinya karya Fawwaz oleh lembaga nasional Malaysia, kontribusinya tidak hanya dirasakan oleh kampus maupun kompetisi, tetapi juga masyarakat luas melalui program edukasi keamanan siber untuk pelajar. (KRV/pt)








