Kisah Fawwaz Musaffa, Pemuda Asal Paser yang Jadi Ahli Keamanan Siber
Paser - Berawal dari rasa bosan selama pandemi Covid-19, Fawwaz Musaffa justru menemukan jalan hidupnya di dunia teknologi informasi. Remaja asal Paser, Kalimantan Timur, ini kini dikenal sebagai pegiat keamanan siber yang telah menemukan berbagai celah keamanan pada situs perusahaan hingga lembaga negara.
Keterlibatan dan ketertarikan Fawwaz pada dunia IT sudah muncul sejak SMP. Pembatasan aktivitas saat pandemi menjadi titik balik. Hampir dua tahun lebih banyak di rumah, ia mengisi waktu dengan bermain gim Watch Dogs dan Sleeping Dogs yang mengenalkannya pada dunia peretasan dan kejahatan siber. Dari rasa penasaran itulah, Fawwaz mulai belajar IT secara otodidak.
Berbekal ponsel dan aplikasi Termux, Fawwaz mempelajari sistem Linux, membaca forum, dokumentasi, serta sumber terbuka di internet. Minatnya semakin kuat ketika melihat maraknya iklan judi online yang menyusupi situs pemerintah dan pendidikan. Ia pun terdorong memahami bagaimana celah keamanan siber bisa terjadi.
Upaya belajarnya membuahkan hasil saat duduk di bangku SMA. Fawwaz mengenal program bug bounty dan mulai melaporkan temuan kerentanan secara etis. Penghargaan pertamanya ia terima di kelas 1 SMA berupa sertifikat dan hadiah dari sebuah perusahaan setelah menemukan celah pada sistem mereka. Sejak itu, ia terus menemukan berbagai kerentanan lain, termasuk pada situs lembaga negara.

Prestasinya membuat Fawwaz mendapat apresiasi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, bahkan diundang sebagai narasumber dalam sejumlah kegiatan. Ia juga aktif berbagi pengetahuan melalui webinar bertema kesadaran keamanan siber.
Setelah lulus dari Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta, Fawwaz melanjutkan studi keamanan siber di Asia Pacific University Malaysia, sekaligus mengikuti program gelar ganda dengan universitas mitra di Inggris. Selama kuliah, ia terlibat dalam berbagai proyek keamanan siber dan pengembangan sistem yang telah digunakan puluhan industri di Malaysia.
Selama kuliah, Fawwaz aktif terlibat dalam berbagai proyek keamanan siber dan pengembangan sistem. Fawwaz juga meraih sejumlah penghargaan internasional atas kontribusinya di bidang edukasi keamanan digital.
Bagi Fawwaz, latar belakang pendidikan bukan penghalang. Ia pun berpesan kepada generasi muda agar peduli terhadap keamanan digital. “Keamanan siber bukan hanya untuk orang IT, tapi untuk semua orang. Dengan pengetahuan dasar, kita bisa melindungi diri dari ancaman siber,” pungkasnya. (KRV/pt)
Sumber: Majalah Kemendikdasmen Edisi Februari 2026








