Gerakan Tanam Serempak 10.00 Hektar , Dorong Swasembada Pangan

Paser – Terik matahari di Desa Sebakung Kecamatan Long Kali Kabupaten Paser tak menyurutkan semangat para petani dan aparat yang berkumpul di pematang sawah. Di atas luasan tanah langkah besar dimulai. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian resmi meluncurkan Gerakan Tanam Serempak di lokasi Cetak Sawah Rakyat, sebuah upaya untuk mengejar kedaulatan pangan nasional.

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni tanam padi biasa. Kehadiran Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Provinsi Kaltim, Fahmi Himawan, bersama jajaran TNI, Polri, serta para penyuluh lapangan, menegaskan ini merupakan kerja kolaborasi lintas sektor.

Program Cetak Sawah Rakyat tahun 2025 di Kalimantan Timur merupakan bagian dari gerakan nasional di 17 provinsi. Di Kaltim sendiri, fokus pengerjaan tersebar di empat kabupaten dengan total luas 1.053 hektare: Diantaranya, Kabupaten Berau sebanyak 425 hektare, Kabupaten Kutai Timur sebanyak 367 hektare. Kabupaten Paser sebanyak 201 hektare dan Kabupaten Mahakam Ulu sebanyak 60 hektare

Langkah ini diambil sebagai jawaban atas keprihatinan terhadap produktivitas lahan di Benua Etam. Dari total 46.640 hektare lahan baku sawah yang ada, sekitar 15.000 hingga 16.000 hektare saat ini dalam kondisi tidak produktif. Melalui program ini, pemerintah ingin memastikan lahan-lahan menganggur tersebut kembali "bernyawa" dan menghasilkan bulir padi.

Kabupaten Paser patut berbangga. Di tengah tantangan iklim, wilayah ini berhasil mencatatkan surplus beras sebesar 15.475 ton. Keberhasilan ini didukung oleh kesiapan teknis yang matang, di mana penyusunan Survey Investigation Design (SID) untuk pembukaan lahan baru telah mencapai 100 persen.

"Sinergi antara pemerintah, TNI, Polri dan Brigade Pangan adalah kunci. Kita tidak hanya mencetak sawah, tapi membangun ekosistem pangan yang berkelanjutan," ujar Fahmi Himawan di sela kegiatan.

Memasuki tahun 2026, fokus pemerintah akan tertuju pada pemantapan desain teknis melalui penyusunan SID di titik-titik baru. Langkah ini krusial untuk memastikan bahwa setiap jengkal sawah yang dicetak memiliki irigasi dan sistem tanam yang tepat.

Bukan tanpa alasan percepatan ini dilakukan. Dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur, kebutuhan pangan dipastikan akan melonjak tajam. Program Cetak Sawah Rakyat ini diharapkan menjadi benteng pertahanan pangan, memastikan bahwa kebutuhan beras bagi warga Kaltim dan penghuni IKN di masa depan dapat terpenuhi dari hasil keringat petani lokal sendiri. (dptph/pt)

Sumber: DPTPH Provinsi Kaltim
Foto : IST