Digitalisasi Ubah Wajah Penyiaran, Televisi Tetap Punya Peran Strategis

Yogyakarta – Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat mengakses informasi dan menikmati tayangan hiburan. Meski platform digital semakin mendominasi, televisi dan radio dinilai tetap memiliki peran penting sebagai media penyiaran yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Hal tersebut dibahas dalam SobatKAMI Digitalks Series #17. Sebuah forum literasi digital yang membahas arah baru industri penyiaran di era digital.

Ketua Tim Kerja Pengembangan Ekosistem Penyiaran Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Dhia Anugra Febriansa menyampaikan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat. Jika dahulu masyarakat hanya menerima informasi dari saluran yang terbatas, kini mereka bebas memilih berbagai sumber informasi melalui internet.

"Teknologi informasi memberikan banyak manfaat, tetapi juga menghadirkan tantangan. Saat ini informasi yang paling cepat sering kali lebih dominan dibandingkan informasi yang sudah terverifikasi," ujarnya saat menjadi narasumber SobatKAMI Digitalks Series #17 bertema, Digitalisasi Penyiaran: Lanskap Industri Penyiaran Saat Ini dan Perubahan Perilaku Pemirsa, secara daring pada Rabu (17/6/2026). 


Menurutnya, media penyiaran konvensional seperti televisi, radio, dan media cetak tidak sedang menghadapi persaingan semata, melainkan mengalami transformasi industri. Karena itu, pelaku media dan industri kreatif perlu mampu beradaptasi serta memanfaatkan peluang yang lahir dari perkembangan digital.

Kendati demikian dirinya menegaskan bahwa televisi konvensional tidak akan hilang meski masyarakat kini memiliki banyak pilihan platform digital seperti layanan streaming. 

Televisi tetap menjadi bagian penting dari ekosistem penyiaran nasional karena masih mampu menjangkau wilayah yang belum memiliki akses internet memadai. Selain itu, televisi dan radio juga memiliki fungsi strategis dalam menyebarkan informasi, pendidikan, serta konten kebudayaan kepada masyarakat di seluruh Indonesia.

"Televisi tidak akan mati, tetapi akan terus bertransformasi mengikuti perubahan perilaku penonton dan perkembangan teknologi," jelasnya.


Melalui SobatKAMI DigitalKS, masyarakat diajak memahami perubahan lanskap penyiaran sekaligus meningkatkan literasi digital agar mampu menjadi penonton yang cerdas serta mendukung lahirnya konten lokal yang berkualitas, aman, dan mendidik. (KRV/pt)