Digitalisasi Makin Masif, BSSN Tekankan Pentingnya Keamanan Siber

Jawa Barat – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menegaskan pentingnya penguatan keamanan siber di tengah pesatnya perkembangan digitalisasi yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat dan pemerintahan.

Hal itu disampaikan Kepala BSSN RI, Nugroho Sulistyo Budi, saat membuka Forum Komunikasi Siber dan Sandi Daerah Jawa Barat di Kabupaten Garut yang digelar secara daring melalui zoom meeting, Kamis (21/5/2026).



Menurut Nugroho, digitalisasi telah membawa banyak manfaat, mulai dari peningkatan produktivitas hingga efisiensi kerja yang memungkinkan berbagai aktivitas dilakukan dari jarak jauh.

“Banyak kemudahan dihasilkan dari proses digitalisasi. Tapi ada tantangannya manakala tidak didukung standar keamanan yang memadai,” ujarnya.

Ia menegaskan, isu keamanan siber kini tidak lagi sekadar persoalan teknis, melainkan sudah menjadi bagian dari geopolitik dan geoekonomi global.

Nugroho mencontohkan sejumlah konflik dan dinamika politik dunia seperti di Venezuela, Iran, dan Ukraina yang menunjukkan ruang siber dapat dimanfaatkan untuk aktivitas spionase hingga sabotase.

“Keamanan siber menjadi keniscayaan yang harus kita hadapi,” tegasnya. Meski demikian, ia mengingatkan tidak ada sistem digital yang benar-benar aman 100 persen.

“Sistem itu aman hanya ketika sistem itu dimatikan,” katanya.

Karena itu, diperlukan kolaborasi berbagai pihak atau pendekatan quadhelix dalam membangun keamanan dan ketahanan siber nasional. 


Melalui kolaborasi pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media, diharapkan sistem keamanan siber nasional semakin kuat dan mampu menghadapi berbagai ancaman digital yang terus berkembang di era transformasi teknologi. (KRV/pt)