10 Finalis Lomba Desa Wisata Kaltim 2026 Masuki Tahap Presentasi dan Validasi, Siap Berebut Tiga Besar Terbaik
Samarinda – Lomba Desa Wisata Tingkat Provinsi
Kalimantan Timur Tahun 2026 memasuki tahapan penting. Sebanyak 10 desa wisata
terbaik dari berbagai kabupaten dan kota di Kaltim mengikuti sesi presentasi
serta validasi data sebagai bagian dari proses penilaian menuju penetapan Desa
Wisata Terbaik tingkat provinsi.
Kegiatan yang digelar di Ruang Rapat Sapta Pesona Lantai II
Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur, baru-baru ini menjadi bagian
krusial dalam memastikan kualitas, kesiapan, serta kesesuaian data desa wisata
yang masuk dalam jajaran finalis.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur, Ririn
Sari Dewi, didampingi Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Angit
Ding, memimpin langsung jalannya kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmen
pemerintah daerah dalam menjaga objektivitas dan standarisasi penilaian.
Ririn menegaskan, penilaian tahun ini memiliki nilai
strategis karena mengintegrasikan sejumlah instrumen utama yang menjadi tolok
ukur pengembangan desa wisata berkelanjutan.
“Penilaian tahun ini menjadi sangat strategis karena
mengintegrasikan tiga instrumen besar sebagai acuan utama,” ujarnya dikutip dari Detak Kaltim.com.
Tiga instrumen tersebut meliputi lima aspek utama indikator
desa wisata terbaik, dimensi Wonderful Indonesia Awards (WIA) yang
mencakup aspek manajemen, produk, fasilitas, lingkungan, dan kelembagaan, serta
implementasi Peraturan Gubernur Kalimantan Timur Nomor 38 Tahun 2025 yang
menitikberatkan pada keberlanjutan, penguatan kelembagaan, dan pemberdayaan
ekonomi lokal.
Proses penilaian dilakukan secara ketat dan transparan oleh
tim juri profesional yang telah ditetapkan melalui Keputusan Gubernur, yakni Ir.
Wied Pratama, CHA, CHRM, CHPO selaku Ketua IHGMA DPD Kaltim, Marliana
Wahyuningrum, SE., MM dari DPD IPPRISIA sekaligus pemerhati budaya, serta
akademisi pariwisata I Wayan Lanang Nala, S.ST.Par., M.Par., CHE.
Masing-masing finalis diberikan waktu selama 30 menit yang
terbagi dalam sesi presentasi selama 15 menit dan tanya jawab selama 15 menit
untuk memaparkan potensi, inovasi, dan pengelolaan desa wisata mereka.
Adapun 10 finalis Lomba Desa Wisata Kaltim 2026 terdiri
atas:
- Desa
Wisata Pampang – Kota Samarinda
- Desa
Wisata Satimpo Indah – Kota Bontang
- Desa
Wisata Hendrawisata Pesona Mangrove – Kota Balikpapan
- Desa
Wisata Klempang Sari – Kabupaten Paser
- Desa
Wisata Bangun Rejo – Kabupaten Kutai Kartanegara
- Desa
Wisata Sangkuliman – Kabupaten Kutai Kartanegara
- Desa
Wisata Lutan – Kabupaten Mahakam Ulu
- Desa
Wisata Tanjung Isuy – Kabupaten Kutai Barat
- Desa
Wisata Teluk Harapan – Kabupaten Berau
- Desa
Wisata Bhuana Sari Bumi Rapak – Kabupaten Kutai Timur
Setelah tahapan presentasi dan validasi, dewan juri akan
menyeleksi tiga desa wisata terbaik yang selanjutnya mengikuti proses visitasi
lapangan guna memverifikasi kesesuaian data dan kondisi riil di lokasi sebelum
penetapan juara akhir.
Ririn berharap, pelaksanaan lomba ini tidak hanya menjadi
ajang kompetisi, tetapi juga mampu mendorong semangat inovasi bagi kelompok
sadar wisata (Pokdarwis) di seluruh Kalimantan Timur.








