Wagub Harapkan Peningkatan Aspek Pembangunan Berkelanjutan

Balikpapan – Seminar dan Workshop Nasional digelar PTT Exploration and Production Public Company Limited (PTTEP) Indonesia bersama program Pascasarjana MM Universitas Trisakti di Hotel Novotel Balikpapan membahas tentang Pembangunan di Kaltim.rabu (13/3)

Seminar digelar dalam rangka menyatukan akademisi, LSM serta sektor publik dan swasta untuk menciptakan kolaborasi dan persatuan guna mencapai Sustainable Development Goal atau Program Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia.

Wakil Gubernur Hadi Mulyadi membuka Seminar ini menerangkan dalam membangun Kaltim tidak bisa dilakukan sendirian. Pemerintah harus bermitra dengan pihak ketiga.

“Kepada pihak ketiga yang telah bermitra dengan Pemprov Kaltim agar memperhatikan aspek pembangunan berkelanjutan, aspek lingkungan dan masyarakat sekitar. Sehingga kehadiran pihak ketiga tersebut dapat diterima baik masyarakat dalam membangun Kaltim Berkelanjutan,” ujar Hadi.

Dia mengatakan terkait kebijakan nyata Pemprov Kaltim telah tergambar jelas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023 dalam visi Berani untuk Kaltim yang Berdaulat. Khususnya di misi keempat yakni Berdaulat dalam pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

“Sikap kami sangat jelas dalam RPJMD 2018-2023 dan Visi Misi Kaltim Berdaulat. Secara teknis nanti akan dipertajam dalam program-program yang lebih rinci,” katanya.

Berbagai upaya yang dilakukan daerah juga bergantung regulasi dan kebijakan nasional karena bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pengembangan teknologi energi diperbaharui di tingkat Nasional masih dilakukan bertahap dengan target 23 persen pada 2025.

“Kalau mau realistis berarti harus ditingkatkan. Karena saat ini saja baru 15 persen. Atau tidak usah beli energi dari luar. Kita pakai batu bara kita sendiri saja, tidak usah di ekspor. Cukup sekali untuk kita saja. Tapi ini tentang kebijakan nasional yang harus kita ikuti. Kalau mau realistis, batu bara dan minyak kita jangan dihabiskan,” jelasnya. (Diskominfo/Dir)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

fourteen + 8 =