Tuntaskan Pembangunan, Pemprov Perlu Aparatur Selalu Siap Bekerja Keras

SAMARINDA – Pemprov Kaltim diusianya ke 60 disebut memerlukan aparatur yang selalu siap bekerja keras untuk menuntaskan pembangunan. Karenanya setiap PNS hendaknya punya nilai lebih dalam bekerja sehingga unggul dengan hasil kerja nyata.

“Karenanya siapapun dia hendaknya menyadari pentingnya kemajuan dan kesuksesan di berbagai bidang pembangunan.Itu semua bisa terwujud bila didukung aparatur yang selalu siap dan punya semangat bekerja keras,” seru Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak saat penganugrahan Satya Lencana Karya Satya dalam rangka HUT Pemprov Kaltim ke 60, di Pendopo Lamin Etam, Rabu (11/1),

Aparatur yang selalu siap dan bekerja keras tersebut maksudnya tidak menunggu perintah baru bekerja, melainkan mereka yang kreatif dan inovatif dalam mencapai target pembangunan.

Dengan demikian diharap pencitraaan pemerintah dimata masyarakat semakin baik dan hasil kerja nyatanya bisa dirasakan masyarakat.

Sejalan dengan itu, gubernur berharap penerima penghargaan dapat bekerja semakin baik ke depannya. Sebab mereka yang diangugrahi penghargaan hendaknya menjadi teladan bagi aparatur lain untuk meningkatkan kinerja sebagai abdi negara, abdi pemerintah, dan abdi publik.

“Penerima merupakan PNS yang sudah mengabdi selama 10, 20, hingga 30 tahun. Mereka dinilai mampu menunjukan pengabdian, kesetiaan,  dan pengabdian. Tentunya mereka yang punya dedikasi dan prestasi, serta tidak pernah dijatuhi hukuman disiplin pegawai,” katanya.

Menutunya, 10, 20, hingga 30 tahun bukan waktu singkat mengabdi, tapi waktu yang cukup panjang. “Tentunya kita berharap kinerja selama ini mendapat nilai ibadah di sisi ALLAH SWT dan kedepan mampu menjadi PNS yang dapat membawa Kaltim kearah lebih baik dan sejahtera,” timpalnya.

Sementara, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltim, Ardiningsih menyebut pemberian pengharaan Satya Lencana Karya Satya dilakukan setiap tahun saat peringatan hari besar atas jasa pengabdian kesetiaan sebagai PNS dan bagi tentunya tidak berprilaku buruk.

“Mudahan ini menjadi motivasi bersama menghadapi tantangan kedepan.  Penghargaan diharap tetap dipertahankan dengan memberi kinerja terbaik,” katanya.

Disisi lain, ia menyebut penghargaan tersebut bisa sewaktu-waktu dicabut jika PNS bersangkutan menunjukan integritas tidak baik. Karenanya PNS harus mampu terus menerus meningkatkan kinerja dan mampu menjadi teladan baik.

Satya Lencana Karya Satya sendiri diberikan kepada 80 PNS lingkup Kaltim, 41 orang 30 tahun pengabdian, 23 orang 20 tahun pengabdian, dan 16 orang 10 tahun pengabdian. Dari sekian penerima tercatat sekitar tiga orang Pejabat Eselon II, yakni Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Chairil Anwal, Kepala Dinas Sosial Rusmalia Idrus, serta Sekretaris DPRD Kaltim, Achmadi.(diskominfo kaltim/arf)

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 × 3 =