Taklukkan Revolusi Industri 4.0

PERSIAPKAN DIRI TAKLUKAN

REVOLUSI INDUSTRI 4.0

ORASI ILMIAH

GUBERNUR KALIMANTAN TIMUR

Disampaikan oleh

Diddy Rusdiansyah, SE., M.M., M.Si

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika

Provinsi Kalimantan Timur

Pada Acara Rapat Senat Terbuka dan Prosesi Wisuda Tahun Ajaran 2018/2019

Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Dan Komputer – Sentra Pendidikan Bisnis (STMIK SPB)

 

Yth. Direktur STMIK SPB

Yth. Bpk/Ibu Dosen dan Civitas Akademika STMIK SPB

Para Wisudawan dan Wisudawati yang kami banggakan.

Para Mahasiswa yang kami cintai.

Dan Hadirin sekalian yang berbahagia.

Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh, Selamat pagi.

 

Syukur Alhamdulillah kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan ridho-Nya yang dilimpahkan kepada kita semua, sehingga memungkinkan kita pada hari ini untuk bersama-sama hadir dalam acara wisuda Sarjana dan Diploma STMIK SPB yang terhormat dan sangat berbahagia ini. Sesuai dengan permintaan Ketua STMIK SPB, sambutan atau lebih tepatnya disebut orasi ilmiah ini mengambil judul “Persiapkan Diri Taklukkan Revolusi Industri 4.0”.

Ketika awal menerima undangan untuk hadir dan diminta menyampaikan sambutan/orasi ilmiah dalam acara wisuda ini, saya selaku Gubernur Kalimantan Timur merasa sangat senang, dan itulah sebabnya saya Alhamdulillah menyanggupi hadir di tempat ini, karena selain temanya sangat menarik, juga memungkinkan saya bersama untuk saling mengingatkan, bahwa beberapa waktu terakhir ini dirasa sangat penting bagi kita untuk kembali merenung sejenak sampai seberapa jauh komitmen, pengabdian dan tanggung-jawab yang  telah kita kontribusikan untuk bangsa dan negara yang kita cintai ini, khususnya Provinsi Kalimantan Timur.

Ini bukan berarti telah terjadi suatu proses panjang ke arah dekadensi pengabdian, akan tetapi dengan dinamika ekonom, politik, sosial budaya di tingkat  nasional maupun daerah, yang sangat fluktuatif dan kadang sulit diprediksi arah perkembangannya, memunculkan suatu pemikiran tentang kebutuhan solusi alternatif yang mungkin bisa dikontribusikan untuk mengatasi berbagai masalah kebangsaan.

 

Para hadirin sekalian yang saya hormati.

Sejak awal memimpin Provinsi Kalimantan Timur ini,  salah satu kredo utama yang selalu saya utarakan  diberbagai kesempatan adalah komunikasi lancar – informasi benar. Kredo tersebut memang menuntut semua Perangkat Daerah untuk menanggung berbagai konsekuensi berat ketika harus mengimplementasikannya secara konsisten dan konsekuen. Dari aspek sarana komunikasinya menuntut adanya kelancaran, dan ini berarti bahwa Dinas Komunikasi dan Informatika selaku leading sector harus semaksimal mungkin menyediakan sarana dan prasarana infrastruktur komunikasi secara baik agar informasi berlangsung tanpa hambatan.

Saat ini Pemerintah Daerah, khususnya Dinas Komunikasi dan Informatika, sedang melakukan pembenahan Teknologi Informatika dan Koimukasi (TIK), baik yang melibatkan kalangan pelaku industri TIK itu, serta institusi lainnya termasuk perguruan tinggi. Kebijakan ini adalah bagian dari strategi Pemerintah Daerah untuk memperlancar penyediaan akses komunikasi, sehingga informasi yang lingkupnya global dapat diakses dalam lingkup lokal, disamping  dalam rangka penerapan sistem pemerintahan berbasis elektornik.

Tuntutan global kemajuan teknologi di bidang penyiaran, dimana Indonesia tidak dapat menghindarinya, yaitu lambat laun peralatan yang menggunakan teknologi analog akan ditinggalkan dan tidak akan diproduksi lagi. Penyiaran televisi digital secara fundamental berbeda dengan analog, dimana seandainya pada analog 1 (satu) kanal frekuensi hanya digunakan untuk menyiarkan 1 (satu) program, sedangkan pada siaran digital teresterial 1 (satu) kanal dapat menyiarkan sampai dengan 6 (enam) program atau bahkan lebih. Penerapkan sistem siaran digital ini akan terjadi efisiensi penggunaan kanal. Ini merupakan peluang untuk tumbuhnya industri penyiaran di daerah, dengan menawarkan program-prrogram siaran yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di daerah. Dalam arti kata lainnya, saya mengingatkan terutama kepada pihak civitas akademika bahwa ini peluang menciptakan mahasiswa yang mampu berfikir kreatif sebagai cineas-cineas muda pelaku industri penyiaran lokal (daerah).

Masih dalam ruang lingkup tanggungjawab Pemerintah, perlu saya sampaikan bahwa Keterbukaan informasi Publik sudah  berlaku efektif, sehingga menuntut seluruh badan publik harus anytime well-prepared menghadapi tuntutan masyarakat yang ingin memperoleh informasi sejauh yang tidak dikecualikan. Oleh karenanya, saya minta  Dinas Komunikasi dan Informatika  sudah mempersiapkan diri untuk menjadi pilot project agar badan-badan publik lainnya terutama Perangkat Daerah lingkup Pemerintah Provinsi  dapat mengikuti pola yang serupa sebagai best practice yang efektif. Sejauh ini sudah dilakukan sosialisasi terhadap Perangkat Daerah dimaksud, yang semata-mata bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik bahwa kehadiran UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) tersebut harus disikapi secara serius dan penuh kehati-hatian.

Hanya saja, untuk diketahui bersama, bahwa meskipun konsentrasi Pemerintah Daerah fokus pada pengembangan TIK,  bukan berarti meninggatkan metode dan pola komunikasi tradisional yang sudah berkembang turun temurun di tengah-tengah masyarakat kita selama ini. Pola komunikasi tradisional seperti pertunjukan kesenian dari berbagai daerah tetap memperoleh porsi yang cukup proporsional dalam sejumlah program Pemerintah Daerah, karena terbukti komunikasi semacam itu mampu mencuatkan kearifan lokal dan memberi peran partisipatif masyarakat yang lebih aktif dalam mendinamisasikan hubungan pemerintah dan masyarakat. Fakta ini juga menunjukkan, bahwa pendekatan sosial budaya tetap memegang peranan penting dalam era disrupsi teknologi seperti saat ini.

 

Para wisudawan/(i) serta hadirin sekalian yang berbahagia,

Saat ini sudah ada kecenderungan sebagian besar perusahaan menggunakan teknologi untuk menjual produk mereka secara online, teknologi juga secara masif dimanfaatkan disegala aspek kehidupan, termasuk dalam sektor pendidikan. Oleh karena itu, pendidikan juga harus ikut berubah, baik dalam proses belajar mengajar maupun penyelenggaraan pendidikan.

Perubahan telah terjadi secara global, perubahan telah terjadi dimana-mana. Jika kita tidak mampu beradaptasi atau mengikuti perubahan, kita akan redup secara perlahan. Steven Kotler’s memperkenalkan teorinya “6 D of Exponential Technology”, dimana pertumbuhan teknologi secara eksponensial biasanya terlihat lambat diawal, namun ada masa saatnya tumbuh secara mengejutkan dan berkali-kali lipat dari nilai sebelumnya hingga akhirnya menghancurkan perusahaan-perusahaan yang dulu menganggapnya remeh. Adapun 6 D yang dimaksud adalah: Digitalization, Disruption, Deception, Demonetization, Dematerialization, dan Democratization.

Anak-anak kita yang lahir diatas tahun 2000-an dikatakan sebagai generasi digital native, artinya bahwa anak-anak ini lahir telah dikelilingi oleh teknologi. Tidak heran, kalau anak-anak ini lebih cepat dan mahir dalam memanfaatkan teknologi dibandingkan kita. Begitu juga, konsep sekolah/pendidikan yang mereka pikirkan juga berbeda dengan sekolah/pendidikan yang ada saat ini. Oleh karena itu, semestinya kita juga harus berusaha untuk berevolusi dalam rangka memenuhi kebutuhan mereka.

Pendidikan saat ini memperlakukan mahasiswa sebagai anak kecil yang perlu dibentuk untuk memegang peran yang direka-reka. Meminjam istilah Prof Vincent Gasperzs, pendidikan yang berwatak pedagogi ini merupakan praktik pendidikan 1.0. Pendidikan kita belum bertransformasi ke pendidikan orang dewasa (andragogi) yang menjadi ciri pendidikan 2.0 dan 3.0, apalagi praktik heutagogi yang memberi ruang kepada peserta didik mendesain belajarnya sendiri (self-directed/determined learning).

Mengacu pada konsep pendidikan 4.0 dalam rangka mengantisipasi terjadinya disrupsi teknologi, yang kita kenal sebagai revolusi industri 4.0, maka STMIK SPB juga diharapkan dapat melakukan perubahan, antara lain; (1) membekali multi-kompetensi/multi-skill kepada lulusannya; (2) pendidik/peserta didik harus aktif mengeksplorasi sumber belajar (learning resources) yang sangat melimpah di dunia maya; (3) memberikan ruang dan waktu yang lebih luas kepada peserta didik untuk membangun kemampuan soft skill-nya, seperti: interpersonal skill, communication, collaboration, creative thinking, analytical thinking, teamwork, dan lain sebagainya; serta dan (4) ikut berkontribusi dalam “program pembelajaran sepanjang hayat” (Lifelong Learning/Continuing Learning), karena pendidikan tidak berhenti setelah memperoleh ijazah.

Pengetahuan, keterampilan, atau kompetensi baru terus dibutuhkan sesuai dengan perubahan teknologi/pekerjaan. Saat ini, kompetisi di pasar kerja terjadi sangat ketat, banyak pekerja asing yang masuk ke Indonesia untuk memenuhi lowongan pekerjaan yang ada. Di sisi lain, banyak industri (khususnya industri yang bergerak dibidang teknologi digital) tidak lagi mengandalkan ijazah formal, tetapi lebih mengutamakan daya inovatif dan kreatifitas anak muda.

Lalu, bagaimana peran teknologi dalam revolusi industri terutama dalam konteks kompetensi di pasar kerja, apakah ia akan menghilangkan pekerjaan, atau justru akan memberi peluang yang lebih ?.

 

Para hadirin sekalian yang saya hormati,

Kemunculan Revolusi Industri 4.0 bersamaan dengan demografik yang akan dialami oleh Indonesia di tahun 2030. Demografik dalam artian bahwa Indonesia akan memiliki penawaran tenaga kerja yang jauh lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya. Kemudian terdapat wacana bahwa Revolusi Industri 4.0 ini akan menggantikan banyak pekerjaan, terutama pekerjaan yang low-skilled atau tidak membutuhkan keahlian khusus dan pekerjaan kasar yang digantikan oleh mesin dan Artificial Intelligent (AI),  yang menjadi pertanyaan adalah apakah Indonesia sudah siap menghadapi Revolusi Industri 4.0, dan dampak positif dan negatif apa saja yang akan bawa ?.

Revolusi Industri 4.0 adalah konvergensi teknologi informasi kedalam dunia perindustrian. Mulai dari keamanan siber, augmented reality hingga big data sudah menjadi bagian dari industri agar menjadi lebih efisien dan cost-effective. Kita analogikan dengan sebuah ruangan seminar, dalam Revolusi Industri 4.0 ruangan tersebut telah menjadi smart, dalam artian ia bisa menilai berapa suhu pendingin ruangan yang ideal, pengaturan cahaya melalui sensor yang dimiliki dalam mendeteksi berapa orang di dalam ruangan dan dimana saja mereka berada. Kemampuan penilaian secara smart akan membuat ruangan tersebut menjadi efisien secara konsumsi energi.

Dalam industri, mari kita membayangkan juga demikian, terutama dalam dunia yang semakin rusak akibat eksploitasi, efisiensi energi sudah menjadi keharusan untuk meminimalisir hal tersebut. Melalui Internet of Things (IoT) dan Big Data, teknologi dapat mengumpulkan data-data sebelumnya untuk kemudian memprediksi ke depan apa yang harus dilakukannya, yang biasa kita sebut sebagai machine learning.

Kita tidak membantah bahwa ada efek negatif dari Revolusi Industri 4.0, walaupun bukan dari perspektif bisnis. Salah satunya adalah terkait dengan privasi individu, disebutkan bahwa permasalahan privasi di Uni Eropa sebagai contoh, dilindungi oleh General Data Protection Regulation (GDPR), yang mewajibkan perusahaan-perusahaan tersebut untuk meminta izin dari konsumen dan memberitahukan bagaimana data mereka disimpan, termasuk kepada siapa data tersebut diberikan. regulasi tersebut sangat ketat dan tegas terutama bagi perusahaan sekelas Google dan Facebook.

Kemudian, seiring dengan perkembangan teknologi, ancaman kejahatan yang menggunakan teknologi juga semakin kompleks. Pelaku bahkan tidak harus berada secara fisik di tempat kejadian, namun lewat koneksi internet mereka dapat merusak sistem yang akan berpengaruh pada semua mesin dan teknologi yang berada dalam jaringan.

Terkait dengan persoalan pekerjaan yang akan digantikan, kami berpendapat bahwa perkembangan teknologi justru akan menciptakan pekerjaan-pekerjaan baru. Efek dari Revolusi Industri 4.0 ini bukan mengganti pekerja, namun mengganti pekerjaannya, jadi butuh skill-set yang baru, misalnya posisi Database Administrator nantinya akan digantikan oleh Data Analyst dan itu membutuhkan skill-set yang baru,  sehingga yang harus dilakukan adalah pemerintah dan perusahaan menyiapkan kurikulum dan struktur pendidikan yang mampu mengatasi perubahaan skill-set dan demand dari industri. Kita juga harus serius dalam upaya mengatasi perubahan, jika tidak perusahaan-perusahaan akan mencabut investasinya dan pergi dari Indonesia.

 

Para wisudawan/(i) serta hadirin sekalian yang berbahagia,

Ijinkan saya menyatakan bahwa Saudara semua adalah komponen civitas akademika yang sudah melampaui satu tahapan dalam pembentukan SDM unggul Bangsa Indonesia. Untuk itu saya ucapkan selamat dan sukses kepada para wisudawan, sebagai doa saya agar Saudara semua dapat dengan sukses mengarungi tahapan-tahapan pembentukan SDM unggul berikutnya, baik pada jenjang pendidikan berikutnya maupun di lapangan kerja, karena saya yakin, prestasi Saudara selama belajar di STMIK SPB belum sepenuhnya mewujudkan seluruh potensi unggulan dalam diri Saudara masing-masing. Oleh karenanya, Saudara akan terus berkembang mewujudkan segala potensi ini dan menjadi SDM Unggul, menjadi para Pendidik Unggul, dalam rangka menghadapi era Revolusi Industri ini serta mewujudkan Generasi Emas 2045.

Kegemilangan Saudara dalam mewujudkan potensi unggulan dalam diri Saudara hari ini tentunya tak lepas dari peran komponen civitas akademika lainnya. Para dosen, para pegawai yang membantu proses administrasi, dan juga seluruh sistem pendukung di STMIK SPB ini. Untuk itu, mari kita ucapkan terimakasih kepada mereka semua. Kemudian, tak lupa juga saya mengingatkan bahwa tugas para pimpinan, dosen, pegawai STMIK SPB, tak selesai dengan setiap wisudawan yang kita lepaskan, karena kita masih harus mendidik mahasiswa-mahasiswa lainnya yang selalu bertambah setiap tahunnya. Jika kita sudah mencurahkan berbagai potensi unggulan kita dalam proses pendidikan dari tahun ke tahun, maka kita semua masih harus terus menggali dan mewujudkan potensi-potensi unggulan yang masih terpendam dalam diri kita masing-masing.

Sekali lagi, selamat atas kelulusan para wisudawan dan gelar akademik yang diraih sesuai dengan bidang ilmu masing-masing. Dan ucapan selamat juga disampaikan kepada seluruh orang tua dan keluarga yang telah mempercayakan pendidikan para wisudawan kepada STMIK SPB. Semoga apa yang telah diraih setelah menempuh serangkaian aktivitas akademik dan non akademik sesuai bahkan melampaui capaian pembelajaran yang telah ditetapkan di program studi masing-masing, sehingga menghantarkan ke gerbang kesuksesan menyongsong masa depan gemilang.

Wisuda bukanlah acara untuk menyatakan bahwa masa depan belajar dan kerja keras berakhir, justru sebaliknya merupakan sebuah titik pangkal perjuangan yang baru dalam mengimplementasikan kemampuan yang sudah dimiliki.

Jagalah nama baik almamater STMIK SPB, tampilkan diri saudara sebagai insan yang memiliki kapasitas hard skill dan soft skill yang baik, tetap komunikasi dan jalin terus silaturrahim dengan STMIK SPB sebagai almamater saudara, dan sesama alumni dimanapun berada harus memiliki jiwa satu hati yang kuat, berikan kontribusi kepada STMIK SPB berupa masukan, kritik yang konstruktif, dan ide kreatif-solutif dalam rangka meningkatkan kualitas lulusan yang mampu bekerja tulus, ikhlas dengan tetap menjaga wibawa dan martabat insan akademis khususnya sebagai keluarga besar STMIK SPB..

Oleh karenanya, pada kesempatan yang berbahagia ini, saya mengajak para wisudawan dan wisudawati untuk tidak mengesampingkan ikatan silaturahim di antara kita semua, karena Alhamdulillah saya selaku Gubernur akan tetap berusaha  memfasilitasi semuanya, semampu yang dapat dilakukan. Kemampuan akademis dan intelektual para wisudawan  sekalian tidak perlu diragukan, karena tanpa itu tidak mungkin dapat diwisuda seperti saat ini.

Tetapi  itu saja tidak cukup, karena wisuda hanya awal dari pengabdian sesungguhnya untuk bangsa dan negara. Kini bangsa kita tercinta ini menanti pengabdian para wisudawan dan wisudawati dalam segala bidang di era informasi dan teknologi yang luar biasa tinggi percepatan dan perkembangan manfaatnya, tetapi juga luar biasa dampak negatifnya jika kita lengah mengantisipasinya.

 

Hadirin sekalian yang saya hormati.

Demikianlah sambutan ini segera saya  akhiri, dengan harapan agar segala fasilitas komunikasi dan informatika ini bermanfaat bagi kita semua dalam mengoptimalisasikan fungsi perekat bangsa. Lebih dari itu, saya berharap agar STMIK SPB dapat lebih berperan untuk itu dan saya sangat yakin hal tersebut dapat dilakukan. Insya Allah niat baik tentu akan berujung hasil yang baik jika kita galang bersama secara konstruktif. Semoga dengan niat tulus kita dan berbagai upaya yang dilakukan, bangsa Indonesia tetap akan teruji dari berbagai rintangan dan tantangan serta terus bergerak ke arah kemajuan yang komprehensif dalam berkompetisi dengan bangsa-bangsa lain yang lebih maju sekalipun. Insya Allah.

Sekian, terimakasih. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Samarinda, 1 Desember 2018.

Gubernur Kalimantan Timur,

ttd

DR. Ir. H. Isran Noor, M.Si

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

19 − nineteen =