Semua Kalangan Diajak Bersatu Selamatkan Air Untuk Kehidupan

SAMARINDA – Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak mengajak semua kalangan bersatu ikut menyelamatkan air untuk kehidupan. Melaksanakan berbagai hal sebagai upaya penyelamatan sesuai profesi masing-masing yang digeluti.

“OPD (Organisasi Perangkat Daerah), akademisi, tokoh masyarakat, organisasi lembaga swadaya masyarakat dan semua pihak yang merupakan pemangku kepentingan di Kaltim diajak bersatu menyelamatkan Kaltim, menyelamatkan air untuk kehidupan,” kata Gubernur Faroek saat memimpin Apel Akbar Hari Air Dunia XXV tingkat Kaltim, di Halaman Parkir Stadion Sempaja Samarinda, Rabu (22/3).

Beberapa hal yang dapat dilakukan menjaga daerah-daerah aliran sungai yang ada. Tidak boleh ada daerah aliran sungai yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Semua harus mampu berfungsi dengan baik dan bersih dari limbah.

Karenanya segenap masyarakat diajak ikut membersihkan sungai karang mumus, sungai karang asam besar, dan sungai karang asam kecil sebagai daerah aliran sungai yang memberikan kehidupan bagi masyarakat.

“Termasuk sungai mahakam yang merupakan andalan masyarakat memperoleh air baku. Kita harus mampu mencontoh keberhasilan dunia internasional berkaita pengelolaan sungai, diantaranya Sungai Han di Korea Selatan. Silahkan belajar selamatkan air,” sebutnya.

Sebagai penunjang, gubernur berpesan agar kepala daerah mampu mengatur tata ruang wilayah. Sebagai contoh Samarinda, ia berharap dalam tata ruang dittapkan tidak boleh lagi ada lokasi pertambangan batubara.

“Yang harus dilakukan menetapkan lokasi yang menjadi daerah resapan air agar berfungsi dengan baik. Daerah aliran sungai besih dan tejamin bisa dimanfaatkan masyarakat. Kalau gubernur secara konsekwen menjaga. Saya akan pelopori menjaga kebersihan daerah tangkapan air untuk kepentingan masyarakat,” katanya.

Peringatan hari air sedunia yang diperingati setiap tahunnya juga diakui sejalan dengan program Kaltim Hijau (Kaltim Green) yang dicanangkan Pemprov Kaltim pada proses perencanaan pembangunan Kaltim Summit I (2009—2013) dan Kaltim Summit II (2013-2018). Kala itu pencanangan punya semangat mengajak semua pihak ikut berperan melaksanakan pembangunan dengan tetap memperhatikan kualitas lingkungan di Kaltim.(diskominfo kaltim/arf)

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twenty − thirteen =