Selama Juli 2019, Inflasi Kaltim sebesar 0,30 Persen

Samarinda – Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Kalimantan Timur adalah indikator komposit yang menunjukan tingkat perkembangan demokrasi di Kaltim. Tingkat capaiannya dikukur berdasarkan pelaksanaan dan perkembangan tiga aspek demokrasi, yaitu kebebasan sipil, hak politik dan lembaga-lembaga demokrasi.

Badan Pusat Statistik Kaltim melaksanakan sosialisasi hasil kegiatan membahas indeks harga konsumen/inflasi perkembangan pariwisata, perkembangan nilai tukar petani, perkembangan ekspor dan impor, pertumbuhan produksi manufaktur dan indeks demokrasi Indonesia. mengundang kalangan pers, dinas, badan dan instansi di ruang Video Vonference BPS Kaltim, Kamis (1/8).

IDI Kaltim tahun 2018 sebesar 73,88 dalam skala 0 sampai 100. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan angka IDI 2017 yang sebesar 72,86. Capaian kinerja demokrasi Kaltim tersebut masih berada pada kategori sedang. Klasifikasi tingkat demokrasi dikelompokan menjadi tiga kategori yakni Baik (indeks lebih dari 80), Sedang (indeks antara 60-80) dan buruk (indeks kurang dari 60.

“Jika dirinci menurut kota, pada Juli 2019 Samarinda mengalami inflasi sebesar 0,59 % dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 140,15. Sedangkan Balikpapan mengalami deflasi -0,08% dengan IHK 142,24,” Ungkap Atqo Mardiyanto.

Fluktuasi angka IDI mencerminkan dinamika situasi demokrasi di wilayah Kaltim. IDI sebagai alat ukur perkembangan demokrasi yang khas dan memmang dirancang untuk sensitif terhadap naik-turunya kondisi demokrasi regional. IDI disusun berdasarkan kejadaian sehingga potret yang dihasilkan merupakan refleksi realitas yang terjadi di Kaltim.

Mardiyanto juga menambahkan pada bulan Juli 2019, lima kelompok memberikan andil positif yaitu kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga dengan andil 0,129%, kelompok bahan makanan 0,065% diikuti kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau dengan andil sebesar 0,041%, kelompok sandang sebesar 0,032%, kelompok kesehatan 0,031% dan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,012%. Sementara kelompok transportasi dan komunikasi memberikan andil negatif yaitu sebesar -0,012%.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9 + 9 =