Sejak Dulu, Pemuda Pancasila Diyakini Mampu Pertahankan Empat Pilar Kebangsaan

SAMARINDA – Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak meyakini organisasi kepemudaan Pemuda Pancasila sejak dulu mampu mempertahankan empat pilar kebangsaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Empat pilar kebangsaan dimaksud Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Pemuda Pancasila tidak boleh terpengaruh. Semua organisasi yang berseberangan dengan ideologi Pancasila harus diperangi. Apalagi mereka yang ingin merubah Pancasila sebagai ideologi negara,” tegas Gubernur Faroek saat membuka Musyawarah Wilayah VII Pemuda Pancasila Kaltim, di Samarinda, Selasa (19/9).

Menurut gubernur, mereka yang tidak mengakui Pancasila tidak boleh ada dan berkembang di Indonesia. Bila dibiarkan akan menjadi musuh yang akan mengancam keuntuhan NKRI.

“Kalau ingin menjadi pemenang jangan sampai ada yang menusuk dari belakang.  Hati-hati mereka ada disekitar kita. Makanya Pemuda Pancasila harus bangkit menentang itu semua agar negara kita semakin maju. Tidak ada ancaman,” katanya.

Sejalan dengan itu, gubernur memastikan tidak akan memberikan rekomendasi mencatat organisasi yang tidak sejalan dengan Ideologi Pancasila hadir di Kaltim. Sekalipun tetap hadir dan berkembang akan dibubarkan karena keberadaannya dipastikan illegal.

“Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila diminnta sampaikan ke pusat. Kaltim membuat kebijakan tidaka akn terima dan daftarkan organisasi yang bertentangan dengan Pancasila,” timpalnya.

Sedangkan terkait pelaksanaan muswil, ia berharap pelaksanaannya lancar dan aman, serta dapat menghasilkan pemimpin dan pengurus yang mampu membawa amanah organisasi.

“Muswil penting karena dilaksanakan bertepatan momentum saat dimana bangsa kita sedang berusaha bangkit dari masalah ekonomi, politik, dan upaya mengentaskan kemiskinan. Pemuda Pancasila yang saya tau merupakan pemuda harapan bangsa. Berbeda dengan ormas lain. Namanya saja Pemuda Pancasila, tentu azas dan tujuannya sama dengan nilai-nila Pancasila,” katanya.

Muswil sendiri dilaksanakan untuk pemilihan ketua umum dan kepengurusan MPW Pemuda Pancasila Kaltim periode 2017 – 2022. Hadir saat itu Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila, KPH (Kanjeng Pangeran Haryo) Japto Soelistyo Soerjosoemarno, Ketua Umum MPW 2012 – 2017, M Said Amin, Kapolda Kaltim, dan Kasdam VI Mulawarman.(diskominfo kaltim/arf)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

11 + five =